Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Meningkatkan Kualitas Guru

Cuklah.com - Meningkatkan kualitas guru adalah salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Guru adalah pihak yang berperan langsung dalam proses pembelajaran, sehingga kualitas guru akan berpengaruh pada kualitas peserta didik.

Namun, kenyataannya masih banyak guru yang belum memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas guru secara berkelanjutan.

Meningkatkan Kualitas Guru
Meningkatkan Kualitas Guru

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru:

Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang yang Lebih Tinggi

Salah satu syarat untuk menjadi guru profesional adalah memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau D4 sesuai dengan bidang keahlian yang diampunya. Namun, menurut data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2020, masih ada sekitar 30% guru yang belum memiliki kualifikasi S1 atau D4. Hal ini tentu menjadi hambatan bagi peningkatan kualitas guru.

Untuk itu, guru-guru yang belum memiliki kualifikasi S1 atau D4 perlu berupaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melanjutkan pendidikan tidak hanya akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru, tetapi juga akan membuka peluang untuk mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi.

Pemerintah juga telah menyediakan berbagai program beasiswa dan bantuan biaya pendidikan bagi guru-guru yang ingin melanjutkan pendidikan, seperti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Program Bantuan Biaya Pendidikan (BBP), Program Beasiswa Unggulan Kemendikbud, dan lain-lain. Guru-guru dapat memanfaatkan program-program tersebut sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Mengikuti Pelatihan yang Menunjang Kualitas Guru

Selain melanjutkan pendidikan, cara lain untuk meningkatkan kualitas guru adalah mengikuti pelatihan yang menunjang kualitas guru. Pelatihan adalah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara terencana dan sistematis untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja guru. Pelatihan dapat membantu guru untuk mengembangkan kemampuan profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.

Ada banyak jenis pelatihan yang dapat diikuti oleh guru, seperti pelatihan pengembangan kurikulum, pelatihan pembelajaran aktif, pelatihan penilaian autentik, pelatihan pengembangan bahan ajar, pelatihan pengelolaan kelas, pelatihan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan lain-lain. Pelatihan-pelatihan tersebut dapat diselenggarakan oleh pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi profesi, atau lembaga swasta.

Guru-guru dapat memilih pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Selain itu, guru-guru juga harus aktif mengikuti pelatihan secara berkala dan berkesinambungan. Hal ini penting untuk menjaga agar guru tetap update dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan peserta didik.

Aktif Melakukan Penelitian

Penelitian adalah salah satu tugas pokok dan fungsi guru sebagai tenaga profesional. Penelitian adalah proses penyelidikan sistematis untuk menemukan jawaban atas masalah-masalah yang ada dalam dunia pendidikan. Penelitian dapat membantu guru untuk meningkatkan kualitasnya dalam beberapa hal, antara lain:

  • Penelitian dapat meningkatkan pemahaman guru tentang konsep-konsep dasar dan teori-teori pendidikan.
  • Penelitian dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis dan memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi di lapangan.
  • Penelitian dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif dan bermakna bagi peserta didik.
  • Penelitian dapat meningkatkan keterampilan guru dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait, seperti peserta didik, orang tua, kolega, dan masyarakat.
  • Penelitian dapat meningkatkan kontribusi guru dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dalam peningkatan mutu pendidikan nasional.

Untuk melakukan penelitian, guru dapat memilih topik yang relevan dengan bidang keahlian dan situasi pembelajaran yang dihadapi. Guru juga dapat mengikuti berbagai panduan dan pedoman yang telah disusun oleh pemerintah atau lembaga terkait, seperti Panduan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Panduan Penelitian Pengembangan (R&D), Panduan Penelitian Kuantitatif, Panduan Penelitian Kualitatif, dan lain-lain.

Selain itu, guru juga dapat memanfaatkan berbagai sumber dana dan fasilitas yang tersedia untuk mendukung penelitiannya, seperti Program Dana Abadi Pendidikan (DAP), Program Hibah Penelitian Guru (HPG), Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Bantuan Sarana Prasarana Sekolah (BSPS), dan lain-lain. Guru juga dapat mempublikasikan hasil penelitiannya di berbagai media, seperti jurnal ilmiah, seminar, lomba, atau media sosial.

Menciptakan Budaya Organisasi Pembelajaran

Budaya organisasi pembelajaran adalah budaya yang mendorong anggota organisasi untuk terus belajar dan berkembang secara individu maupun kolektif. Budaya organisasi pembelajaran dapat meningkatkan kualitas guru dalam beberapa hal, antara lain:

  • Budaya organisasi pembelajaran dapat meningkatkan motivasi guru untuk belajar dan mengembangkan diri secara terus-menerus.
  • Budaya organisasi pembelajaran dapat meningkatkan komitmen guru untuk mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi.
  • Budaya organisasi pembelajaran dapat meningkatkan kerjasama guru dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya.
  • Budaya organisasi pembelajaran dapat meningkatkan adaptabilitas guru dalam menghadapi perubahan dan tantangan yang terjadi di lingkungan eksternal maupun internal.

Untuk menciptakan budaya organisasi pembelajaran, guru dapat melakukan beberapa hal, seperti:

  • Menyusun rencana pengembangan diri yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi diri.
  • Mengikuti program-program pengembangan profesional yang disediakan oleh pemerintah atau lembaga lain.
  • Membentuk kelompok belajar atau komunitas profesional dengan kolega yang memiliki minat dan tujuan yang sama.
  • Melakukan refleksi diri secara rutin untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan diri, serta menentukan langkah-langkah perbaikan.
  • Membuka diri terhadap umpan balik dan saran dari pihak-pihak lain, seperti peserta didik, orang tua, atasan, atau kolega.

Gerakan Guru Membaca (G2M)

Gerakan Guru Membaca (G2M) adalah gerakan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan literasi guru di Indonesia. G2M diluncurkan oleh Kemendikbud pada tahun 2019 sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas guru. G2M mengajak guru untuk membaca buku-buku berkualitas yang berkaitan dengan profesi keguruan, seperti buku tentang pendidikan, psikologi, filsafat, sosiologi, sejarah, budaya, seni, sastra, dan lain-lain.

G2M dapat meningkatkan kualitas guru dalam beberapa hal, antara lain:

  • G2M dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan guru tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan profesi keguruan.
  • G2M dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis guru dalam memahami dan menyelesaikan masalah-masalah pendidikan.
  • G2M dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi guru dalam menyampaikan gagasan dan informasi secara efektif dan menarik.
  • G2M dapat meningkatkan apresiasi dan kreativitas guru dalam mengapresiasi dan menciptakan karya-karya sastra, seni, dan budaya.

Untuk mengikuti G2M, guru dapat melakukan beberapa hal, seperti:

  • Membaca buku-buku berkualitas yang sesuai dengan minat dan bidang keahlian guru.
  • Membuat ringkasan atau resensi buku yang telah dibaca dan membagikannya di media sosial atau platform lain.
  • Mengikuti berbagai lomba baca dan tulis yang diselenggarakan oleh Kemendikbud atau lembaga lain.
  • Mengikuti berbagai diskusi, seminar, atau workshop yang berkaitan dengan buku-buku yang dibaca.
  • Membentuk kelompok baca atau klub literasi dengan kolega atau peserta didik.

Kesimpulan

Meningkatkan kualitas guru adalah salah satu upaya penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru, seperti melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengikuti pelatihan yang menunjang kualitas guru, aktif melakukan penelitian, menciptakan budaya organisasi pembelajaran, dan mengikuti Gerakan Guru Membaca. Guru-guru diharapkan dapat menerapkan cara-cara tersebut secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi guru yang profesional, kompeten, dan berkarakter.

Sumber Referensi

Cara Meningkatkan Kualitas Guru - Kejarpena. https://blog.kejarcita.id/cara-meningkatkan-kualitas-guru/

 STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS DAN KOMPETENSI GURU. https://staffnew.uny.ac.id/upload/132308486/pendidikan/materi+pertemuan+13.pdf

5 Cara Meningkatkan Kualitas Guru - STEKOM. https://demo.stekom.ac.id/artikel/5-cara-meningkatkan-kualitas-guru

Tantangan Peningkatan Kualitas Guru | PROGRAM RISE DI INDONESIA - SMERU. https://rise.smeru.or.id/id/blog/tantangan-peningkatan-kualitas-guru

Posting Komentar untuk "Meningkatkan Kualitas Guru"