Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangan Kurikulum Pendidikan

Cuklah.com - Kurikulum adalah rencana yang mengatur tujuan, isi, dan metode pendidikan. Kurikulum merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan, karena kurikulum menentukan apa, bagaimana, dan mengapa siswa belajar.

Oleh karena itu, kurikulum harus disusun dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Namun, kebutuhan zaman tidaklah statis, melainkan dinamis dan terus berubah seiring dengan perkembangan politik, sosial, budaya, ekonomi, dan ilmu pengetahuan. Hal ini menuntut adanya perubahan dan penyempurnaan kurikulum secara berkala agar pendidikan dapat relevan dan bermutu.

Perkembangan Kurikulum Pendidikan
Perkembangan Kurikulum Pendidikan

Sejarah Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari sejarah perkembangan pendidikan di Indonesia secara umum. Sejak masa pra-kemerdekaan hingga masa kemerdekaan, pendidikan di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Berikut adalah gambaran singkat tentang sejarah perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia:

Masa Pra-Kemerdekaan

Pada masa ini, pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh sistem pendidikan kolonial Belanda. Sistem pendidikan ini bersifat diskriminatif, elit, dan tidak merata. Kurikulum yang digunakan juga bersifat asing, tidak sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi bangsa Indonesia. Kurikulum ini lebih menekankan pada pengetahuan faktual daripada keterampilan dan sikap. Selain itu, kurikulum ini juga tidak mengakomodasi nilai-nilai lokal dan nasional.

Masa Kemerdekaan Awal

Pada masa ini, Indonesia baru saja merdeka dari penjajahan Belanda. Pendidikan di Indonesia mulai mengalami perubahan arah dari orientasi kolonial ke orientasi nasional. Kurikulum pertama yang digunakan adalah Kurikulum 1947 atau Rencana Pelajaran 1947. Kurikulum ini menetapkan Pancasila sebagai dasar pendidikan dan menekankan pada pembentukan karakter bangsa yang merdeka, berdaulat, dan sejajar dengan bangsa lain. Kurikulum ini juga mulai memasukkan mata pelajaran yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Masa Orde Lama

Pada masa ini, Indonesia mengalami berbagai gejolak politik, sosial, dan ekonomi. Pendidikan di Indonesia juga mengalami beberapa kali perubahan kurikulum yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat itu. Beberapa kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum 1952 atau Rencana Pelajaran Terurai 1952, Kurikulum 1964 atau Rencana Pendidikan 1964, dan Kurikulum 1968 atau Rencana Pelajaran 1968. Kurikulum-kurikulum ini lebih menekankan pada pengembangan aspek kognitif daripada aspek afektif dan psikomotor. Kurikulum-kurikulum ini juga masih bersifat teoretis dan tidak mengaitkan dengan permasalahan nyata di lapangan.

Masa Orde Baru

Pada masa ini, Indonesia mengalami stabilitas politik, sosial, dan ekonomi yang relatif lebih baik. Pendidikan di Indonesia juga mengalami perbaikan dan pembaruan dalam berbagai aspek. Beberapa kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum 1975 atau Sistem Pendidikan Nasional 1975 (SPN 75), Kurikulum 1984 atau Sistem Pendidikan Nasional 1984 (SPN 84), dan Kurikulum 1994 atau Sistem Pendidikan Nasional 1994 (SPN 94). Kurikulum-kurikulum ini lebih menekankan pada pengembangan aspek afektif dan psikomotor daripada aspek kognitif. Kurikulum-kurikulum ini juga lebih mengakomodasi kebutuhan dan potensi lokal dan nasional.

Masa Reformasi

Pada masa ini, Indonesia mengalami perubahan sistem politik, sosial, dan ekonomi yang signifikan. Pendidikan di Indonesia juga mengalami perubahan paradigma dari pendidikan yang sentralistik, uniform, dan otoriter menjadi pendidikan yang desentralistik, beragam, dan demokratis. Beberapa kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dan Kurikulum 2013 atau Kurikulum 2013. Kurikulum-kurikulum ini lebih menekankan pada pengembangan kompetensi siswa secara holistik, integratif, dan kontekstual. Kurikulum-kurikulum ini juga lebih memberikan kebebasan dan kreativitas kepada sekolah dan guru dalam menyusun dan melaksanakan kurikulum.

Tantangan dan Harapan Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia tidaklah mulus dan tanpa hambatan. Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi dan diatasi agar kurikulum dapat berfungsi secara optimal dalam mencapai tujuan pendidikan. Beberapa tantangan yang ada antara lain adalah:

Tantangan globalisasi

Globalisasi adalah fenomena yang tidak bisa dihindari dalam era modern ini. Globalisasi membawa dampak positif maupun negatif bagi pendidikan di Indonesia. Dampak positifnya adalah adanya kesempatan untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan bersaing dengan dunia internasional. Dampak negatifnya adalah adanya ancaman terhadap identitas, nilai, dan budaya lokal dan nasional. Oleh karena itu, kurikulum harus mampu menyiapkan siswa untuk menghadapi tantangan globalisasi dengan cara mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, pemecahan masalah, kerja sama tim, komunikasi efektif, kreativitas, dan kewirausahaan. Selain itu, kurikulum juga harus mampu menjaga dan melestarikan identitas, nilai, dan budaya lokal dan nasional dengan cara mengintegrasikan pendidikan karakter, pendidikan multikultural, dan pendidikan lingkungan.

Tantangan teknologi

Teknologi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi. Teknologi membawa dampak positif maupun negatif bagi pendidikan di Indonesia. Dampak positifnya adalah adanya kemudahan untuk mengakses, menyebarkan, dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan informasi. Dampak negatifnya adalah adanya risiko terhadap kesehatan, etika, dan moral siswa. Oleh karena itu, kurikulum harus mampu menyiapkan siswa untuk menghadapi tantangan teknologi dengan cara mengembangkan literasi digital, yaitu kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, kritis, etis, dan bertanggung jawab. Selain itu, kurikulum juga harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang efektif dan inovatif dengan cara menggunakan platform pembelajaran online, aplikasi belajar mandiri, atau konten digital interaktif.

Tantangan relevansi

Relevansi adalah salah satu kriteria yang menentukan kualitas kurikulum. Relevansi berarti kesesuaian antara isi kurikulum dengan kebutuhan siswa, masyarakat, dan dunia kerja. Namun, seringkali terjadi ketidaksesuaian antara output pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Hal ini menyebabkan banyak lulusan pendidikan yang mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan atau beradaptasi dengan dunia kerja. Oleh karena itu, kurikulum harus mampu menyiapkan siswa untuk menghadapi tantangan relevansi dengan cara mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja, seperti keterampilan teknis, keterampilan sosial, atau keterampilan kepemimpinan. Selain itu, kurikulum juga harus mampu meningkatkan sinergi antara dunia pendidikan dan dunia us- a usaha dengan cara melakukan riset bersama, magang, kunjungan lapangan, atau rekrutmen lulusan.

Harapan Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia tentu saja tidak berhenti sampai di sini. Ada harapan dan cita-cita yang ingin dicapai oleh dunia pendidikan di Indonesia melalui kurikulum yang terus berkembang. Beberapa harapan dan cita-cita tersebut antara lain adalah:

Harapan untuk menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing

Kurikulum diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang tinggi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Lulusan yang mampu bersaing dengan lulusan dari negara-negara lain, baik di tingkat regional maupun global. Lulusan yang mampu berkontribusi secara positif bagi pembangunan bangsa dan dunia.

Harapan untuk menciptakan generasi yang berakhlak dan berbudi pekerti

Kurikulum diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki karakter yang baik, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Lulusan yang memiliki rasa tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, kerjasama, toleransi, dan kepedulian sosial. Lulusan yang mampu menjaga dan melestarikan identitas, nilai, dan budaya bangsa.

Harapan untuk menciptakan generasi yang kreatif dan inovatif

Kurikulum diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, analitis, logis, dan sistematis. Lulusan yang memiliki kemampuan untuk menciptakan, mengembangkan, dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lulusan yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang baru dan orisinal.

Harapan untuk menciptakan generasi yang mandiri dan berwawasan luas

Kurikulum diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Lulusan yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri secara terus-menerus dan meningkatkan kompetensinya. Lulusan yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman dan lingkungan.

Kesimpulan

Kurikulum pendidikan adalah salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan. Kurikulum pendidikan menentukan apa, bagaimana, dan mengapa siswa belajar. Kurikulum pendidikan di Indonesia telah mengalami perkembangan sejak masa pra-kemerdekaan hingga masa reformasi. Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal, seperti politik, sosial, budaya, ekonomi, dan ilmu pengetahuan. Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan, seperti globalisasi, teknologi, relevansi, dan daya saing. Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia juga memiliki harapan dan cita-cita, seperti menciptakan generasi yang unggul, berakhlak, kreatif, mandiri, dan berwawasan luas.

Sumber Referensi

Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia dari Masa ke Masa. https://www.kompasiana.com/tiayolandalubis7709/6388581c4addee6590675c72/perkembangan-kurikulum-pendidikan-di-indonesia-dari-masa-ke-masa

Sejarah Perjalanan Kurikulum Pendidikan Indonesia. https://binus.ac.id/character-building/2020/12/sejarah-perjalanan-kurikulum-pendidikan-indonesia/

Kurikulum: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Komponennya - Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2021/07/02/101008069/kurikulum-pengertian-fungsi-tujuan-dan-komponennya

Perkembangan Kurikulum di Indonesia - Herman Anis. https://hermananis.com/perkembangan-kurikulum-di-indonesia/

Posting Komentar untuk "Perkembangan Kurikulum Pendidikan"