Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Geografi Surabaya

Geografi Surabaya: Kota Pahlawan yang Beragam dan Menarik

Cuklah.com - Surabaya adalah salah satu kota terbesar dan terpenting di Indonesia. Kota ini memiliki sejarah yang panjang dan kaya, mulai dari masa Kerajaan Majapahit hingga masa kemerdekaan Indonesia. Surabaya juga dikenal sebagai Kota Pahlawan karena peranannya dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa dari penjajah Belanda dan Inggris pada tahun 1945. Surabaya memiliki banyak daya tarik, baik dari segi budaya, ekonomi, maupun pariwisata.

Namun, bagaimana geografi Surabaya yang menjadi latar belakang dari keberadaan dan perkembangan kota ini? Artikel ini akan membahas tentang geografi Surabaya, meliputi letak geografis, luas wilayah, topografi, iklim, serta keanekaragaman flora dan fauna yang ada di kota ini.

Kota Pahlawan yang Beragam dan Menarik
Geografi Surabaya: Kota Pahlawan yang Beragam dan Menarik

Letak Geografis Surabaya

Surabaya secara geografis terletak di bagian timur laut Pulau Jawa, tepatnya di Provinsi Jawa Timur. Surabaya berada di antara 7°9′- 7°21′ Lintang Selatan dan 112° 36′ – 112° 54′ Bujur Timur. Kota ini berbatasan dengan Selat Madura di utara dan timur, Kabupaten Sidoarjo di selatan, dan Kabupaten Gresik di barat. Surabaya juga terhubung dengan Pulau Madura melalui Jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia.

Letak geografis Surabaya yang berada di pesisir laut membuat kota ini menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelabuhan utama di Indonesia. Sejak masa Kerajaan Majapahit, Surabaya sudah menjadi gerbang kerajaan yang menjalin hubungan dagang dengan berbagai negara. Pada masa kolonial Belanda, Surabaya juga menjadi pelabuhan penting yang menghubungkan Jawa Timur dengan Eropa. Hingga saat ini, Surabaya masih menjadi kota industri dan bisnis yang ramai dan berkembang.

Luas Wilayah Surabaya

Surabaya memiliki luas wilayah sekitar 335,28 km², yang terdiri dari daratan seluas 326,81 km² dan lautan seluas 190,39 km². Luas wilayah Surabaya mencakup lima kecamatan, yaitu Tegalsari, Genteng, Bubutan, Simokerto, dan Semampir; serta 26 kelurahan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya tahun 2020, jumlah penduduk Surabaya adalah sekitar 2.972.801 jiwa, dengan kepadatan penduduk sekitar 9.104 jiwa/km².

Luas wilayah Surabaya yang cukup besar membuat kota ini memiliki berbagai fasilitas umum dan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakatnya. Beberapa fasilitas umum yang ada di Surabaya antara lain adalah bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, terminal bus, pasar tradisional, pusat perbelanjaan modern, rumah sakit, sekolah, universitas, tempat ibadah, taman kota, museum, monumen, gedung pertunjukan seni, stadion olahraga, dan lain-lain.

Topografi Surabaya

Topografi Surabaya adalah dataran rendah dengan ketinggian rata-rata sekitar 3 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kota ini dilintasi oleh beberapa sungai besar dan kecil yang berasal dari aliran hulu sungai Brantas. Sungai-sungai tersebut antara lain adalah Kali Lamong, Kali Mas, Kali Jagir, Kali Wonokromo, Kali Asemrowo, Kali Kedungdoro, Kali Buntung, Kali Manukan Kulon, Kali Manukan Wetan, Kali Rungkut Lor, Kali Rungkut Kidul, Kali Sambong, Kali Tambak Wedi, Kali Tambak Osowilangun, Kali Tambak Sari, Kali Sidotopo, Kali Surabaya, dan Kali Ujung.

Topografi Surabaya yang datar dan berada di pesisir laut membuat kota ini rentan terhadap banjir, rob, dan abrasi. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah kota Surabaya melakukan berbagai upaya, seperti membangun tanggul, pompa air, pintu air, saluran drainase, serta melakukan normalisasi dan pengerukan sungai. Selain itu, pemerintah kota Surabaya juga berupaya untuk melestarikan lingkungan hidup dengan melakukan penghijauan, penataan ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan kota.

Iklim Surabaya

Surabaya memiliki iklim tropis basah dan kering dengan dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan biasanya berlangsung dari bulan November hingga April, sedangkan musim kemarau berlangsung dari bulan Mei hingga Oktober. Suhu udara rata-rata di Surabaya berkisar antara 24°C hingga 34°C, dengan kelembaban udara rata-rata sekitar 75%. Curah hujan rata-rata di Surabaya adalah sekitar 1.800 mm/tahun, dengan jumlah hari hujan rata-rata sekitar 120 hari/tahun. Iklim Surabaya yang tropis membuat kota ini memiliki potensi untuk mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Beberapa komoditas pertanian yang dihasilkan oleh Surabaya antara lain adalah padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, terong, kangkung, bayam, sawi, selada, wortel, kubis, kol, caisim, brokoli, seledri, daun bawang, daun mint, daun kemangi, daun ketumbar, daun salam, daun jeruk purut, daun pandan, serai, jahe, kencur, kunyit, lengkuas,temulawak, temuireng, buah naga, jeruk nipis, jeruk manis, jeruk bali dan lain-lain.

Beberapa komoditas perkebunan yang dihasilkan oleh Surabaya antara lain adalah kelapa sawit, kelapa dalam, kelapa hibrida, kelapa genjah, kelapa gading, kelapa zanzibar, tebu ps 862, tebu ps 8813, tebu ps 8814, tebu ps 8815, tebu ps 8816, tebu ps 8817, tebu ps 8818, tebu ps 8819, tebu ps 8820, tebu ps 8821, tebu ps 8822, tebu ps 8823, tebu ps 8824, tebu ps 8825, tebu ps 8826, tebu ps 8827, tebu ps 8828, tebu ps 8829, kopi robusta, kopi arabika, kopi liberika, kopi excelsa, kopi luwak, kakao fermentasi, kakao non fermentasi, vanili polinasi alami, vanili polinasi buatan, kapulaga hijau, kapulaga hitam, kapulaga putih, lada hitam, lada putih, lada merah, lada hijau, cengkeh zanzibar, cengkeh madagaskar, cengkeh sulawesi, cengkeh maluku, kayu manis sri lanka, kayu manis madagaskar, kayu manis jawa, kayu manis sumatera, pala banda, pala grenada, pala spanyol, pala india, kemiri polynesia, kemiri papua, kemiri sulawesi, kemiri jawa, kemiri sumatera, dan lain-lain.

Beberapa komoditas perikanan yang dihasilkan oleh Surabaya antara lain adalah ikan bandeng, ikan nila, ikan lele, ikan patin, ikan gurame, ikan mas, ikan mujair, ikan bawal, ikan gabus, ikan sidat, ikan belut, ikan kerapu, ikan kakap, ikan tuna, ikan tongkol, ikan cakalang, ikan layang, ikan teri, ikan sarden, ikan kembung, ikan selar, ikan lemuru, ikan pari, ikan hiu, udang windu, udang vanamei, udang dogol, udang galah, udang lobster, kepiting bakau, kepiting rajungan, kepiting soka, kepiting yuyu, cumi, gurita dan lain-lain.

Keanekaragaman Flora dan Fauna Surabaya

Surabaya memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang cukup tinggi. Flora dan fauna Surabaya terdiri dari berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang hidup di darat maupun di laut. Beberapa flora dan fauna Surabaya yang menjadi ciri khas dan kebanggaan kota ini antara lain adalah:

Bunga kenanga

Bunga kenanga adalah bunga yang menjadi lambang Kota Surabaya. Bunga ini memiliki warna kuning cerah dan aroma yang harum. Bunga kenanga digunakan sebagai bahan baku minyak atsiri dan parfum. Bunga ini juga memiliki nilai sejarah karena menjadi salah satu simbol perjuangan rakyat Surabaya melawan penjajah Belanda pada tahun 1945.

Pohon trembesi

Pohon trembesi adalah pohon yang menjadi ikon Kota Surabaya. Pohon ini memiliki bentuk yang besar dan rindang. Pohon trembesi dapat menghasilkan oksigen yang banyak dan menyerap polusi udara. Pohon ini juga dapat memberi keteduhan dan keindahan bagi lingkungan sekitarnya. Pohon trembesi banyak ditanam di berbagai ruas jalan dan taman kota di Surabaya.

Buaya muara

Buaya muara adalah hewan yang menjadi maskot Kota Surabaya. Hewan ini memiliki tubuh yang panjang dan berkulit bersisik. Buaya muara dapat hidup di air tawar maupun air asin. Hewan ini juga memiliki gigi yang tajam dan kuat. Buaya muara menjadi maskot Kota Surabaya karena menjadi tokoh dalam legenda asal usul nama kota ini. Menurut legenda tersebut, ada seekor buaya bernama Sura yang bertarung dengan seekor hiu bernama Baya di sungai Brantas untuk memperebutkan wilayah berburu. Pertarungan tersebut akhirnya melahirkan nama Surabaya.

Kera ekor panjang

Kera ekor panjang adalah hewan yang menjadi penghuni Taman Margasatwa Kebun Binatang Surabaya (TMS). Hewan ini memiliki tubuh yang kecil dan berbulu cokelat. Kera ekor panjang dapat bergerak lincah dan cerdas. Hewan ini juga memiliki ekor yang panjang dan bermanfaat sebagai alat keseimbangan. Kera ekor panjang menjadi salah satu hewan favorit pengunjung TMS karena tingkah lakunya yang lucu dan menggemaskan.

Lumba-lumba

Lumba-lumba adalah hewan yang menjadi atraksi Taman Laut Surabaya (TLS). Hewan ini memiliki tubuh yang ramping dan berwarna abu-abu. Lumba-lumba dapat berenang dengan cepat dan melompat tinggi di atas air. Hewan ini juga memiliki otak yang besar dan pintar. Lumba-lumba menjadi salah satu hewan yang disukai pengunjung TLS karena kemampuannya yang luar biasa dan keceriaannya yang menular.

Kesimpulan

Geografi Surabaya adalah salah satu aspek yang menarik untuk diketahui dan dipelajari. Geografi Surabaya mencakup letak geografis, luas wilayah, topografi, iklim, serta keanekaragaman flora dan fauna yang ada di kota ini. Geografi Surabaya memberi pengaruh terhadap sejarah, budaya, ekonomi, maupun pariwisata kota ini. Geografi Surabaya juga memberi tantangan dan peluang bagi pembangunan dan pelestarian kota ini. Geografi Surabaya merupakan salah satu kekayaan dan keunikan yang patut dibanggakan dan dilestarikan oleh masyarakat Surabaya.

Sumber Referensi

Kota Surabaya - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Surabaya

Posting Komentar untuk "Geografi Surabaya"