Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Reproduksi dan Kelangsungan Hidup Hewan dan Tumbuhan

Cuklah.com - Sistem reproduksi pada hewan dan tumbuhan adalah cara atau mekanisme yang digunakan oleh hewan dan tumbuhan untuk menghasilkan individu baru yang sama atau mirip dengan induknya. Sistem reproduksi pada hewan dan tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

reproduksi-hewan-dan-tumbuhan

Reproduksi seksual: Reproduksi seksual adalah sistem reproduksi yang melibatkan dua sel kelamin (gamet) yang berasal dari individu yang berbeda atau sama. Sel kelamin jantan (spermatozoa) dan sel kelamin betina (ovum) akan bersatu dalam proses fertilisasi atau pembuahan, menghasilkan zigot (sel telur yang telah dibuahi). Zigot akan berkembang menjadi embrio (calon individu baru) yang memiliki variasi genetik dari induknya. Reproduksi seksual pada hewan dapat terjadi melalui fertilisasi internal (di dalam tubuh betina) atau fertilisasi eksternal (di luar tubuh). Reproduksi seksual pada tumbuhan dapat terjadi melalui bunga (pada tumbuhan berbunga) atau spora (pada tumbuhan tidak berbunga).

Reproduksi aseksual: Reproduksi aseksual adalah sistem reproduksi yang tidak melibatkan sel kelamin, tetapi menggunakan bagian tubuh lain yang bukan sel kelamin (somatik). Bagian tubuh somatik dapat berupa sel, jaringan, organ, atau individu yang terpisah dari induknya. Bagian tubuh somatik akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru yang identik dengan induknya. Reproduksi aseksual pada hewan dapat terjadi melalui pembelahan biner, pembelahan multipel, fragmentasi, regenerasi, gemulasi, atau parthenogenesis. Reproduksi aseksual pada tumbuhan dapat terjadi melalui stolon, rizoma, umbi, tunas adventif, atau fragmentasi.

Reproduksi pada Tumbuhan

Reproduksi adalah proses pembentukan individu baru dari individu yang sudah ada. Reproduksi pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu reproduksi seksual dan reproduksi aseksual.

Reproduksi Seksual pada Tumbuhan

Reproduksi seksual pada tumbuhan adalah proses pembentukan individu baru dari dua sel kelamin (gamet) yang berasal dari individu yang berbeda atau sama. Reproduksi seksual pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua cara, yaitu:

Bunga

Bunga adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (angiospermae). Bunga terdiri dari beberapa bagian, antara lain kelopak bunga (sepals), mahkota bunga (petals), benang sari (stamen), dan putik (pistil). Benang sari adalah bagian jantan yang menghasilkan serbuk sari (pollen) sebagai gamet jantan. Putik adalah bagian betina yang menghasilkan ovum sebagai gamet betina. Proses reproduksi seksual pada bunga meliputi:

  • Penyerbukan (pollination): Penyerbukan adalah proses pengangkutan serbuk sari dari kepala sari (anther) ke kepala putik (stigma). Penyerbukan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu penyerbukan sendiri (self-pollination) dan penyerbukan silang (cross-pollination). Penyerbukan sendiri adalah penyerbukan yang terjadi antara serbuk sari dan ovum dari bunga yang sama atau bunga lain dari tanaman yang sama. Penyerbukan silang adalah penyerbukan yang terjadi antara serbuk sari dan ovum dari bunga yang berbeda dari tanaman yang berbeda. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyerbukan adalah angin, air, hewan, dan manusia.

  • Pembuahan (fertilization): Pembuahan adalah proses penyatuan inti sel serbuk sari dengan inti sel ovum. Pembuahan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pembuahan tunggal (single fertilization) dan pembuahan ganda (double fertilization). Pembuahan tunggal adalah pembuahan yang menghasilkan satu zigot (sel telur yang telah dibuahi). Pembuahan ganda adalah pembuahan yang menghasilkan dua zigot, yaitu zigot embrio dan zigot endosperm. Zigot embrio akan berkembang menjadi embrio (calon individu baru), sedangkan zigot endosperm akan berkembang menjadi endosperm (jaringan penyimpan makanan untuk embrio).

  • Perkembangan biji dan buah: Setelah pembuahan terjadi, bakal biji (ovule) akan berkembang menjadi biji, sedangkan bakal buah (ovary) akan berkembang menjadi buah. Biji adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga yang mengandung embrio dan endosperm. Buah adalah alat penyebaran biji yang biasanya memiliki warna, bentuk, rasa, atau aroma yang menarik bagi hewan atau manusia.

Spora

Spora adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan tidak berbunga (non-angiospermae), seperti lumut, paku, dan jamur. Spora adalah sel haploid (berkromosom satu) yang dapat tumbuh menjadi individu baru tanpa perlu pembuahan. Spora dihasilkan oleh organ khusus yang disebut sporangium. Spora dapat menyebar dengan bantuan angin, air, atau hewan.

Reproduksi Aseksual pada Tumbuhan

Reproduksi aseksual pada tumbuhan adalah proses pembentukan individu baru dari bagian tubuh tumbuhan yang bukan sel kelamin (somatik). Reproduksi aseksual pada tumbuhan dapat terjadi melalui beberapa cara, antara lain:

Stolon

Stolon adalah batang tanaman yang menjalar di permukaan tanah dan membentuk tunas-tunas baru di ujungnya. Contoh tumbuhan yang melakukan reproduksi aseksual dengan stolon adalah stroberi, kentang, dan rumput-rumputan.

Rizoma

Rizoma adalah batang tanaman yang tumbuh di bawah tanah dan membentuk tunas-tunas baru di sampingnya. Contoh tumbuhan yang melakukan reproduksi aseksual dengan rizoma adalah jahe, kunyit, bambu, dan paku-pakuan.

Umbi

Umbi adalah batang atau akar tanaman yang mengalami penebalan dan menyimpan cadangan makanan. Umbi dapat dipisahkan dari tanaman induk dan ditanam menjadi tanaman baru. Contoh tumbuhan yang melakukan reproduksi aseksual dengan umbi adalah bawang merah, bawang putih, ubi jalar, dan talas.

Tunas adventif

Tunas adventif adalah tunas-tunas yang tumbuh di tempat-tempat yang tidak biasa, seperti daun, batang, atau akar. Tunas adventif dapat dipotong dari tanaman induk dan ditanam menjadi tanaman baru. Contoh tumbuhan yang melakukan reproduksi aseksual dengan tunas adventif adalah lidah buaya, singkong, nenas, dan sukun.

Fragmentasi

Fragmentasi adalah pemecahan bagian tubuh tanaman menjadi beberapa bagian yang masing-masing dapat berkembang menjadi tanaman baru. Contoh tumbuhan yang melakukan reproduksi aseksual dengan fragmentasi adalah lumut, ganggang hijau, dan jamur.

Reproduksi pada Hewan

Reproduksi pada hewan adalah proses pembentukan individu baru dari individu yang sudah ada. Reproduksi pada hewan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu reproduksi seksual dan reproduksi aseksual.

Reproduksi Seksual pada Hewan

Reproduksi seksual pada hewan adalah proses pembentukan individu baru dari dua sel kelamin (gamet) yang berasal dari individu yang berbeda atau sama. Reproduksi seksual pada hewan dapat terjadi melalui dua cara, yaitu:

Fertilisasi internal

Fertilisasi internal adalah proses penyatuan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan sel kelamin betina (ovum) di dalam tubuh hewan betina. Fertilisasi internal membutuhkan alat kopulasi (penis atau vagina) untuk memasukkan spermatozoa ke dalam tubuh hewan betina. Contoh hewan yang melakukan fertilisasi internal adalah mamalia, reptil, burung, dan sebagian besar serangga.

Fertilisasi eksternal

Fertilisasi eksternal adalah proses penyatuan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan sel kelamin betina (ovum) di luar tubuh hewan. Fertilisasi eksternal biasanya terjadi di lingkungan air, seperti laut, sungai, atau danau. Contoh hewan yang melakukan fertilisasi eksternal adalah ikan, amfibi, dan sebagian kecil serangga.

Reproduksi Aseksual pada Hewan

Reproduksi aseksual pada hewan adalah proses pembentukan individu baru dari bagian tubuh hewan yang bukan sel kelamin (somatik). Reproduksi aseksual pada hewan dapat terjadi melalui beberapa cara, antara lain:

Pembelahan biner (binary fission)

Pembelahan biner adalah proses pembelahan sel induk menjadi dua sel anak yang sama besar dan sama persis dengan sel induk. Contoh hewan yang melakukan reproduksi aseksual dengan pembelahan biner adalah bakteri, protozoa, dan sebagian kecil cacing.

Pembelahan multipel (multiple fission)

Pembelahan multipel adalah proses pembelahan sel induk menjadi beberapa sel anak yang lebih kecil dan sama persis dengan sel induk. Contoh hewan yang melakukan reproduksi aseksual dengan pembelahan multipel adalah plasmodium (penyebab malaria), amoeba, dan sebagian besar algae.

Fragmentasi (fragmentation)

Fragmentasi adalah proses pemecahan bagian tubuh hewan menjadi beberapa bagian yang masing-masing dapat berkembang menjadi hewan baru. Contoh hewan yang melakukan reproduksi aseksual dengan fragmentasi adalah cacing tanah, cacing pipih, dan bintang laut.

Regenerasi (regeneration)

Regenerasi adalah proses pertumbuhan kembali bagian tubuh hewan yang hilang atau rusak akibat luka atau pemotongan. Regenerasi dapat menghasilkan hewan baru jika bagian tubuh yang dipotong cukup besar dan memiliki sel-sel induk yang dapat membentuk organ-organ baru. Contoh hewan yang melakukan reproduksi aseksual dengan regenerasi adalah planaria, hydra, dan kadal.

Gemulasi (gemmulation)

Gemulasi adalah proses pembentukan kumpulan sel-sel somatik yang disebut gemule di dalam tubuh hewan. Gemule dapat dilepaskan dari tubuh hewan dan menyebar ke lingkungan baru. Gemule dapat bertahan dalam kondisi yang tidak menguntungkan, seperti suhu rendah, kekeringan, atau polusi. Gemule dapat tumbuh menjadi hewan baru jika mendapatkan kondisi yang menguntungkan. Contoh hewan yang melakukan reproduksi aseksual dengan gemulasi adalah spons.

Parthenogenesis (parthenogenesis)

Parthenogenesis adalah proses pembentukan individu baru dari ovum tanpa perlu fertilisasi oleh spermatozoa. Parthenogenesis dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  •  Parthenogenesis haploid: Parthenogenesis haploid adalah parthenogenesis yang menghasilkan individu baru yang haploid (berkromosom satu). Individu baru ini biasanya berperan sebagai gamet jantan dalam reproduksi seksual. Contoh hewan yang melakukan parthenogenesis haploid adalah lebah jantan.

  • Parthenogenesis diploid: Parthenogenesis diploid adalah parthenogenesis yang menghasilkan individu baru yang diploid (berkromosom dua). Individu baru ini biasanya berperan sebagai individu betina dalam reproduksi seksual atau aseksual. Contoh hewan yang melakukan parthenogenesis diploid adalah kutu daun, cacing gilig, dan komodo.

Kelangsungan Hidup Hewan dan Tumbuhan

Kelangsungan hidup hewan dan tumbuhan adalah kemampuan hewan dan tumbuhan untuk tetap hidup dan berkembang biak di lingkungan yang berubah-ubah. Kelangsungan hidup hewan dan tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

Adaptasi

Adaptasi adalah perubahan bentuk, struktur, perilaku, atau fungsi tubuh hewan dan tumbuhan yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Adaptasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

Adaptasi morfologi

Adaptasi morfologi adalah adaptasi yang berhubungan dengan bentuk atau struktur tubuh hewan dan tumbuhan. Contoh adaptasi morfologi adalah bulu tebal pada beruang kutub, daun jarum pada pohon cemara, dan kulit berwarna terang pada unta.

Adaptasi fisiologi

Adaptasi fisiologi adalah adaptasi yang berhubungan dengan fungsi atau proses tubuh hewan dan tumbuhan. Contoh adaptasi fisiologi adalah kemampuan menghemat air pada kaktus, kemampuan menghasilkan racun pada ular, dan kemampuan mengatur suhu tubuh pada burung.

Adaptasi perilaku

Adaptasi perilaku adalah adaptasi yang berhubungan dengan cara atau kebiasaan hewan dan tumbuhan dalam menghadapi lingkungan. Contok adaptasi perilaku adalah migrasi pada burung, hibernasi pada tupai, dan simbiosis pada anggrek dan lebah.

Seleksi alam

Seleksi alam adalah proses alamiah yang menyebabkan individu-individu yang memiliki sifat-sifat yang menguntungkan untuk bertahan hidup dan berkembang biak lebih banyak daripada individu-individu yang tidak memiliki sifat-sifat tersebut. Seleksi alam dapat meningkatkan variasi genetik dan adaptasi pada populasi hewan dan tumbuhan.

Mutasi

Mutasi adalah perubahan genetik yang terjadi secara acak pada DNA hewan dan tumbuhan. Mutasi dapat disebabkan oleh faktor-faktor internal, seperti kesalahan replikasi DNA, atau faktor-faktor eksternal, seperti radiasi, virus, atau bahan kimia. Mutasi dapat menghasilkan sifat-sifat baru yang menguntungkan, merugikan, atau netral bagi hewan dan tumbuhan.

FAQ

Apa perbedaan antara reproduksi seksual dan aseksual pada tumbuhan?

Reproduksi seksual pada tumbuhan adalah proses pembentukan individu baru dari dua sel kelamin (gamet) yang berasal dari individu yang berbeda atau sama, sedangkan reproduksi aseksual pada tumbuhan adalah proses pembentukan individu baru dari bagian tubuh tumbuhan yang bukan sel kelamin (somatik).

Apa keuntungan dan kerugian dari reproduksi seksual pada tumbuhan?

Keuntungan dari reproduksi seksual pada tumbuhan adalah dapat menghasilkan variasi genetik yang tinggi, sehingga meningkatkan kemampuan adaptasi dan evolusi tumbuhan. Kerugian dari reproduksi seksual pada tumbuhan adalah membutuhkan energi yang banyak, membutuhkan alat bantu penyerbukan, dan membutuhkan waktu yang lama.

Apa contoh tumbuhan yang melakukan reproduksi seksual dengan bunga dan spora?

Contoh tumbuhan yang melakukan reproduksi seksual dengan bunga adalah mawar, anggrek, mangga, apel, dan sebagainya. Contoh tumbuhan yang melakukan reproduksi seksual dengan spora adalah lumut, paku, jamur, dan sebagainya.

Apa perbedaan antara stolon dan rizoma?

Stolon adalah batang tanaman yang menjalar di permukaan tanah dan membentuk tunas-tunas baru di ujungnya, sedangkan rizoma adalah batang tanaman yang tumbuh di bawah tanah dan membentuk tunas-tunas baru di sampingnya.

Apa keuntungan dan kerugian dari reproduksi aseksual pada tumbuhan?

Keuntungan dari reproduksi aseksual pada tumbuhan adalah dapat menghasilkan individu baru yang sama dengan tanaman induk, tidak membutuhkan alat bantu penyerbukan, dan dapat berlangsung dengan cepat. Kerugian dari reproduksi aseksual pada tumbuhan adalah dapat menghasilkan variasi genetik yang rendah, sehingga menurunkan kemampuan adaptasi dan evolusi tumbuhan.

Apa contoh tumbuhan yang melakukan reproduksi aseksual dengan umbi dan tunas adventif?

Contoh tumbuhan yang melakukan reproduksi aseksual dengan umbi adalah bawang merah, bawang putih, ubi jalar, dan talas. Contoh tumbuhan yang melakukan reproduksi aseksual dengan tunas adventif adalah lidah buaya, singkong, nenas, dan sukun.

Apa perbedaan antara fertilisasi internal dan eksternal?

Fertilisasi internal adalah proses penyatuan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan sel kelamin betina (ovum) di dalam tubuh hewan betina, sedangkan fertilisasi eksternal adalah proses penyatuan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan sel kelamin betina (ovum) di luar tubuh hewan.

Apa keuntungan dan kerugian dari fertilisasi internal dan eksternal?

Keuntungan dari fertilisasi internal adalah dapat melindungi zigot dari predator, lingkungan yang tidak stabil, atau kompetisi dengan zigot lain. Kerugian dari fertilisasi internal adalah membutuhkan alat kopulasi yang sesuai, membutuhkan waktu yang lama untuk mencari pasangan, dan menghasilkan jumlah zigot yang sedikit. Keuntungan dari fertilisasi eksternal adalah tidak membutuhkan alat kopulasi yang sesuai, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencari pasangan, dan menghasilkan jumlah zigot yang banyak. Kerugian dari fertilisasi eksternal adalah tidak dapat melindungi zigot dari predator, lingkungan yang tidak stabil, atau kompetisi dengan zigot lain.

Apa contoh hewan yang melakukan fertilisasi internal dan eksternal?

Contoh hewan yang melakukan fertilisasi internal adalah mamalia, reptil, burung, dan sebagian besar serangga. Contoh hewan yang melakukan fertilisasi eksternal adalah ikan, amfibi, dan sebagian kecil serangga.

Apa perbedaan antara reproduksi seksual dan aseksual pada hewan?

Reproduksi seksual pada hewan adalah proses pembentukan individu baru dari dua sel kelamin (gamet) yang berasal dari individu yang berbeda atau sama, sedangkan reproduksi aseksual pada hewan adalah proses pembentukan individu baru dari bagian tubuh hewan yang bukan sel kelamin (somatik).

Apa keuntungan dan kerugian dari reproduksi aseksual pada hewan?

Keuntungan dari reproduksi aseksual pada hewan adalah dapat menghasilkan individu baru yang sama dengan hewan induk, tidak membutuhkan pasangan, dan dapat berlangsung dengan cepat. Kerugian dari reproduksi aseksual pada hewan adalah dapat menghasilkan variasi genetik yang rendah, sehingga menurunkan kemampuan adaptasi dan evolusi hewan.

Apa contoh hewan yang melakukan reproduksi aseksual dengan pembelahan biner dan parthenogenesis?

Contoh hewan yang melakukan reproduksi aseksual dengan pembelahan biner adalah bakteri, protozoa, dan sebagian kecil cacing. Contoh hewan yang melakukan reproduksi aseksual dengan parthenogenesis adalah kutu daun, cacing gilig, dan komodo.

Apa perbedaan antara adaptasi morfologi, fisiologi, dan perilaku?

Adaptasi morfologi adalah adaptasi yang berhubungan dengan bentuk atau struktur tubuh hewan dan tumbuhan, adaptasi fisiologi adalah adaptasi yang berhubungan dengan fungsi atau proses tubuh hewan dan tumbuhan, dan adaptasi perilaku adalah adaptasi yang berhubungan dengan cara atau kebiasaan hewan dan tumbuhan dalam menghadapi lingkungan.

Apa contoh seleksi alam pada hewan dan tumbuhan?

Contoh seleksi alam pada hewan adalah evolusi kuda dari memiliki jari-jari banyak menjadi jari-jari tunggal untuk berlari lebih cepat di padang rumput. Contoh seleksi alam pada tumbuhan adalah evolusi bunga dari memiliki warna-warna polos menjadi warna-warna cerah untuk menarik serangga penyerbuk.

Apa dampak mutasi pada kelangsungan hidup hewan dan tumbuhan?

Mutasi dapat berdampak positif, negatif, atau netral pada kelangsungan hidup hewan dan tumbuhan. Mutasi positif dapat meningkatkan kemampuan adaptasi dan evolusi hewan dan tumbuhan. Mutasi negatif dapat menurunkan kemampuan adaptasi dan evolusi hewan dan tumbuhan. Mutasi netral tidak mempengaruhi kemampuan adaptasi dan evolusi hewan dan tumbuhan.

Posting Komentar untuk "Reproduksi dan Kelangsungan Hidup Hewan dan Tumbuhan"