Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sistem Reproduksi Pada Manusia

Cuklah.com - Sistem reproduksi pada manusia adalah kumpulan organ dan jaringan yang memungkinkan terjadinya reproduksi. Organ-organ ini bekerja sama untuk memastikan kelangsungan keturunan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi bagian-bagian sistem reproduksi pada pria dan wanita serta fungsinya.

Sistem Reproduksi Pada Manusia
Sistem Reproduksi Pada Manusia

Pembelahan Sel Mitosis dan Meiosis

Mitosis

Definisi

Mitosis adalah proses pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak dengan jumlah kromosom yang identik dengan sel induknya.

Tujuan

Pertumbuhan, perbaikan jaringan, dan regenerasi sel tubuh.

Tahapan Mitosis

  • Profase: Kromosom menggandakan dan menjadi terlihat di bawah mikroskop.
  • Metafase: Kromosom berbaris di tengah sel.
  • Anafase: Kromosom terpisah dan bergerak ke kutub sel.
  • Telofase: Kromosom memisah sepenuhnya dan membentuk dua inti sel.

Hasil Akhir

Dua sel anak dengan jumlah kromosom yang sama.

Meiosis

Definisi

Meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anak dengan jumlah kromosom setengah dari sel induknya.

Tujuan

Pembentukan sel kelamin (gamet) untuk reproduksi seksual.

Tahapan Meiosis

  •  Meiosis I
    • Rekombinasi gen antara kromosom homolog.
    • Reduksi kromosom karena pembagian dan pencampuran kromosom homolog.
  • Meiosis II
    • Mirip dengan mitosis, tetapi hanya melibatkan sel-sel yang telah mengalami reduksi kromosom pada Meiosis I.

Hasil Akhir

Empat sel anak dengan jumlah kromosom setengah dari induknya.

Signifikansi

  • Mitosis mempertahankan jumlah kromosom dalam satu spesies.
  • Meiosis memastikan variasi genetik melalui rekombinasi gen.

Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Pada Manusia

Sistem reproduksi pada manusia termasuk ke dalam kategori reproduksi seksual. Artinya, reproduksi terjadi melalui proses bertemunya gamet jantan (sperma) dengan gamet betina (ovum) membentuk individu baru yang disebut dengan fertilisasi. Hasil dari fertilisasi atau pembuahan adalah terbentuknya zigot. Zigot kemudian mengalami perkembangan embrio hingga dilahirkan menjadi anak.

Sistem Reproduksi Pria

Berikut adalah nama-nama serta fungsi dari tiap organ.

Penis

Berfungsi sebagai saluran kencing atau urine sekaligus tempat keluarnya sperma.

Skrotum

Berperan untuk menjaga suhu testis agar sesuai untuk memproduksi sperma. Pada skrotum terdapat dua buah testis.

Testis

Alat kelamin bagian dalam. Fungsinya adalah untuk memproduksi sperma dan hormon testosteron.

Epididimis

Merupakan saluran yang keluar dari testis. Fungsinya adalah sebagai tempat penyimpanan sperma sementara.

Saluran uretra

Saluran yang terdapat dalam penis dan merupakan akhir dari saluran reproduksi. Perannya adalah sebagai saluran keluarnya sperma dan urine.

Vesikula seminalis

Merupakan kelenjar yang menghasilkan zat yang berisi basa (alkali), fruktosa (gula monosakarida), hormon prostaglandin, dan protein pembekuan.

Kelenjar prostat

Terletak di bawah kandung kemih. Fungsinya adalah menghasilkan cairan yang bersifat asam.

Kelenjar Cowper

Menghasilkan lendir dan cairan bersifat basa. Fungsinya adalah untuk melindungi sperma dengan cara menetralkan urine yang memiliki pH asam yang tersisa dalam uretra. Cairan tersebut juga melapisi uretra untuk mengurangi kerusakan pada sperma selama ejakulasi.

Sistem Reproduksi Wanita

Gambar di bawah ini menampilkan sistem reproduksi pada wanita secara sederhana. Berikut adalah nama-nama organ beserta fungsinya.

Vagina

Saluran yang menghubungkan lingkungan luar dengan rahim sekaligus tempat mengalirnya darah menstruasi dan saluran keluarnya bayi.

Serviks

Merupakan struktur rahim bagian bawah yang menyempit dan membuka ke arah vagina.

Saluran Telur atau Tuba Fallopi atau Oviduk

Terdapat sepasang di tiap tubuh perempuan, yaitu di kanan dan kiri. Oviduk memanjang ke arah samping dari uterus. Fungsinya adalah membawa sel telur dari infundibulum ke rahim.

Ovarium atau Indung Telur

Berfungsi sebagai tempat produksi sel telur atau ovum.

Oogenesis

Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur perempuan (ovum) yang terjadi dalam organ ovarium. Oogenesis dimulai sejak anak wanita lahir (spermatogenesis sejak mulai puber). Sel kelamin wanita membelah secara mitosis membentuk sel induk telur berifat diploid (2n). Sel induk telur kemudian membelah meiosis I membentuk dua sel haploid (n) yaitu ovum primer dan sel polar I.

Ovum primer kemudian membelah meiosis II membentuk ovum sekunder dan sel polar II. Ovum sekunder kemudian membelah meiosis II membentuk ovum matang dan sel polar III. Ovum matang memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan ovum primer dan ovum sekunder. Selain itu, ovum matang juga memiliki cadangan makanan yang cukup untuk mendukung perkembangan embrio pada tahap awal.

Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi adalah proses fisiologis bulanan yang terjadi pada wanita dewasa. Siklus ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu menstruasi, folikelogenesis, ovulasi, dan luteal fase.

Menstruasi

Menstruasi adalah proses pengeluaran darah dan jaringan dari rongga rahim melalui vagina. Menstruasi terjadi ketika sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma dilepaskan dari tuba falopi dan dikeluarkan bersama dengan lapisan endometrium yang telah tumbuh di dalam rahim.

Folikelogenesis

Folikelogenesis adalah proses pembentukan folikel pada ovarium. Folikel merupakan kantung kecil yang berisi sel telur atau ovum. Pada setiap siklus menstruasi, beberapa folikel akan tumbuh di dalam ovarium. Namun, hanya satu folikel yang akan berkembang menjadi folikel dominan yang siap untuk melepaskan sel telurnya.

Ovulasi

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur dari ovarium ke dalam tuba falopi. Ovulasi terjadi ketika kadar hormon luteinizing hormone (LH) meningkat secara tajam pada pertengahan siklus menstruasi.

Luteal Fase

Luteal fase adalah fase setelah ovulasi dan sebelum menstruasi berikutnya dimulai. Pada fase ini, folikel yang telah melepaskan sel telurnya akan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi untuk mempersiapkan rahim agar siap menerima janin jika terjadi pembuahan.

Fertilisasi dan Kehamilan

Fertilisasi atau pembuahan terjadi ketika sperma bertemu dengan sel telur di dalam tuba falopi. Setelah terjadi fertilisasi, zigot akan berkembang menjadi embrio dan menempel pada dinding rahim untuk tumbuh dan berkembang menjadi janin.

Kehamilan adalah masa di mana janin berkembang di dalam rahim seorang wanita. Kehamilan normal berlangsung selama 40 minggu atau sekitar 9 bulan.

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Pada Manusia dan Upaya Pencegahannya

Sistem reproduksi manusia sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup manusia. Namun, sistem reproduksi ini juga rentan terhadap berbagai penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Berikut adalah beberapa penyakit pada sistem reproduksi manusia dan upaya pencegahannya.

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia

HIV/AIDS

Penyakit AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh HIV (Human Immunedeficiency Virus) yang menyerang sistem imunitas atau kekebalan tubuh penderita. Saat ini penyakit yang disebabkan oleh HIV ini lebih dikenal dengan istilah AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome). Saat ini belum ditemukan vaksin pencegahnya dan belum ada obat yang betul-betul dapat diandalkan untuk mengatasi HIV/AIDS. HIV dapat ditularkan dari orang tua (yang terinfeksi) kepada anaknya melalui transfusi darah yang terinfeksi, ditularkan akibat gaya hidup yang tidak baik seperti pergaulan bebas dan menggunakan jarum suntik untuk obat terlarang seperti narkoba. Seseorang yang terinfeksi HIV, sistem kekebalan tubuhnya akan semakin menurun. Dalam kurun waktu 5-7 tahun penderita nampaknya seperti orang sehat, belum memperlihatkan gejala. Fase selanjutnya AIDS baru dapat terdiagnosis setelah kekebalan tubuh sangat berkurang dan timbul penyakit tertentu seperti TBC, pneumonia, herpes, saraf terganggu, dan lain-lain. Fase ini berlangsung 3-6 bulan.

Gonore (GO)

Penyakit gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala penyakit ini adalah rasa sakit dan keluar nanah pada saat kencing pada laki-laki, serta keputihan berwarna kuning hijau pada perempuan. Penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan pada bayi yang baru lahir.

Sifilis (Raja Singa)

Sifilis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Gejala awal penyakit ini adalah luka pada tempat masuknya bakteri ke dalam tubuh, biasanya pada daerah sekitar kelamin. Penyakit ini dapat menyebar dan menyerang organ-organ tubuh lainnya, kemudian menimbulkan kerusakan pada organ tersebut.

Herpes Simplex Genitalis

Penyakit herpes simplex genitalis disebabkan oleh virus Herpes simplex tipe II, yang menyerang kulit di daerah genitalia luar, anus, dan vagina. Gejala penyakit ini berupa gatal-gatal, pedih, dan kemerahan pada kulit di daerah kelamin. Kemudian pada daerah tersebut timbul beberapa lepuh kecil-kecil, dan selanjutnya lepuh menjadi pecah dan menimbulkan luka. Penyakit herpes sulit sekali sembuh dan sering kambuh setelah beberapa bulan atau tahun.

Upaya Pencegahan Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia

Sistem reproduksi pada manusia harus dijaga sebaik-baiknya. Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah kurang menjaga kebersihan organ reproduksi. Faktor selanjutnya yang dapat menyebabkan penyakit pada sistem reproduksi adalah akibat pergaulan bebas atau hubungan seksual tanpa pengaman.

Berikut adalah beberapa upaya pencegahan penyakit pada sistem reproduksi manusia:

Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi

Alat reproduksi atau area intim yang kotor dapat memicu berbagai penyakit reproduksi. Kamu harus memastikan bahwa area intim kering setelah buang air kecil dan besar. Produk yang mengandung parfum juga dapat membuat area intim iritasi.

Menggunakan Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi dapat membantu mencegah penyebaran penyakit menular seksual (PMS). Beberapa jenis alat kontrasepsi yang umum digunakan adalah kondom, pil KB, suntikan KB, dan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Kamu harus berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis alat kontrasepsi yang tepat untukmu.

Menghindari Pergaulan Bebas

Pergaulan bebas dapat meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual. Kamu harus membatasi jumlah pasangan seksual dan menggunakan kondom saat berhubungan seks.

Menjaga Kesehatan Tubuh

Menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan dapat membantu mencegah penyakit pada sistem reproduksi manusia. Kamu harus mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol.

Sumber Referensi

Belajar Proses Pembelahan Meiosis, Apa Bedanya dengan Mitosis .... https://www.ruangguru.com/blog/biologi-kelas-12-apa-itu-meiosis

Materi IPA Kelas 9 | Struktur dan Fungsi Organ Reproduksi Manusia .... https://www.matrapendidikan.com/2019/07/struktur-organ-reproduksi-manusia.html

Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia dan upaya pencegahanya. https://www.academia.edu/39195293/Penyakit_pada_Sistem_Reproduksi_Manusia_dan_upaya_pencegahanya

Posting Komentar untuk "Sistem Reproduksi Pada Manusia"