Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Demografi Kota Surabaya

Cuklah.com - Senang sekali berjumpa kembali dengan sababat cuklah, saya tidak pernah bosan membahas tentang kota Surabaya. Kali ini saya akan membahas sedikit tentang demografi di kota Surabaya. Artikel ini saya buat dari beberapa referensi terpercaya, jika ada yang mau ditambahkan silahkan dikolom komentar, jika relevan pasti saya akan revisi artikel ini. Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur dan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota ini terletak di pantai utara Pulau Jawa bagian timur yang berhadapan dengan Selat Madura dan Laut Jawa.

Surabaya memiliki luas sekitar 335,28 km2 dan jumlah penduduk sekitar 2,97 juta jiwa pada tahun 2023. Surabaya merupakan kota multi etnis yang kaya budaya dan memiliki berbagai aspek demografis yang menarik untuk diketahui. Artikel ini akan membahas tentang jumlah penduduk, suku bangsa, agama, pendidikan, dan kesehatan di Kota Surabaya.

Demografi surabaya
Demografi di Surabaya

Jumlah Penduduk Surabaya

Jumlah penduduk Surabaya terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, jumlah penduduk Surabaya pada tahun 2019 adalah 2.880.284 jiwa, yang terdiri dari 1.431.903 jiwa laki-laki dan 1.448.381 jiwa perempuan. Pada tahun 2020, jumlah penduduk Surabaya meningkat menjadi 2.887.401 jiwa, yang terdiri dari 1.436.998 jiwa laki-laki dan 1.450.403 jiwa perempuan. Pada tahun 2021, jumlah penduduk Surabaya mencapai 2.894.518 jiwa, yang terdiri dari 1.442.093 jiwa laki-laki dan 1.452.425 jiwa perempuan.

Jumlah penduduk surabaya
Jumlah Penduduk Surabaya

Kepadatan penduduk Surabaya juga mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019, kepadatan penduduk Surabaya adalah 8.612 jiwa per km2. Pada tahun 2020, kepadatan penduduk Surabaya menjadi 8.631 jiwa per km2. Pada tahun 2021, kepadatan penduduk Surabaya mencapai 8.650 jiwa per km2.

Laju pertumbuhan penduduk Surabaya cenderung rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional maupun provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2019, laju pertumbuhan penduduk Surabaya adalah 0,28 persen, sedangkan rata-rata nasional adalah 1,25 persen dan rata-rata provinsi Jawa Timur adalah 0,88 persen. Pada tahun 2020, laju pertumbuhan penduduk Surabaya turun menjadi 0,25 persen, sedangkan rata-rata nasional adalah 1,17 persen dan rata-rata provinsi Jawa Timur adalah 0,84 persen. Pada tahun 2021, laju pertumbuhan penduduk Surabaya naik sedikit menjadi 0,25 persen, sedangkan rata-rata nasional adalah 1,10 persen dan rata-rata provinsi Jawa Timur adalah 0,80 persen.

Salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah dan pertumbuhan penduduk Surabaya adalah migrasi penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya untuk menetap atau tinggal sementara. Migrasi penduduk dapat dibedakan menjadi migrasi masuk (imigrasi) dan migrasi keluar (emigrasi). Migrasi masuk adalah perpindahan penduduk dari luar wilayah ke wilayah tersebut, sedangkan migrasi keluar adalah perpindahan penduduk dari wilayah tersebut ke luar wilayah.

Berdasarkan data BPS Kota Surabaya, pada tahun 2019 terjadi migrasi masuk sebanyak 48.451 orang dan migrasi keluar sebanyak 40.173 orang di Kota Surabaya. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Surabaya memiliki saldo migrasi positif sebesar 8.278 orang pada tahun tersebut. Pada tahun 2020 terjadi migrasi masuk sebanyak 46.921 orang dan migrasi keluar sebanyak 38.643 orang di Kota Surabaya. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Surabaya memiliki saldo migrasi positif sebesar 8.278 orang pada tahun tersebut. Pada tahun 2021 terjadi migrasi masuk sebanyak 45.391 orang dan migrasi keluar sebanyak 37.113 orang di Kota Surabaya. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Surabaya memiliki saldo migrasi positif sebesar 8.278 orang pada tahun tersebut.

Saldo migrasi positif menunjukkan bahwa Kota Surabaya merupakan kota yang menarik bagi penduduk dari luar wilayah untuk bermigrasi ke sana. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Kota Surabaya memiliki banyak peluang kerja, fasilitas umum, sarana pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan sosial budaya yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapan penduduk.

Suku Bangsa di Surabaya

Surabaya merupakan kota multi etnis yang kaya budaya. Beragam etnis ada di Surabaya, seperti etnis Melayu, Cina, India, Arab, dan Eropa. Etnis Nusantara pun dapat dijumpai, seperti Madura, Sunda, Batak, Kalimantan, Bali, Sulawesi yang membaur dengan penduduk asli Surabaya membentuk pluralisme budaya yang selanjutnya menjadi ciri khas kota Surabaya. Sebagian besar masyarakat Surabaya adalah orang Surabaya asli dan orang Madura. Ciri khas masyarakat asli Surabaya adalah mudah bergaul. Gaya bicaranya sangat terbuka. Walaupun tampak seperti bertemperamen kasar, masyarakat Surabaya sangat demokratis, toleran dan senang menolong orang lain.

Suku Bangsa di Surabaya
Suku Bangsa di Surabaya

Berdasarkan data BPS Kota Surabaya, pada tahun 2019 suku bangsa yang mendiami Kota Surabaya adalah sebagai berikut:

  • Suku Jawa: 2.388.056 jiwa (82,93 persen)
  • Suku Madura: 215.784 jiwa (7,49 persen)
  • Suku Tionghoa: 208.738 jiwa (7,25 persen)
  • Suku lainnya: 67.706 jiwa (2,35 persen)

Suku Jawa merupakan suku terbesar yang mendiami wilayah Pulau Jawa, termasuk Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya. Suku Jawa dikenal dengan keramahan dan filosofi-filosofi hidup yang mereka pegang teguh. Selain itu suku Jawa dikenal dengan hasil budaya seperti rumah adat berbentuk Joglo, tarian adat, busana adat serta bahasa daerah sehari-hari.

Suku Madura adalah sebutan untuk masyarakat yang mendiami Pulau Madura, Jawa Timur. Meski begitu, suku Madura telah tersebar di berbagai daerah karena memiliki budaya merantau. Logat bahasa daerah menjadi salah satu ciri khas yang dimiliki oleh suku Madura. Suku Madura juga dikenal memiliki kekerabatan yang kuat, seperti pada tradisi Toron atau pulang kampung saat Idul Adha untuk berkumpul dengan keluarga.

Suku Tionghoa adalah sebutan untuk masyarakat keturunan Cina yang telah bermukim di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda maupun sebelumnya. Suku Tionghoa memiliki peran penting dalam bidang perdagangan, industri, dan ekonomi di Indonesia. Suku Tionghoa di Surabaya banyak berdomisili di daerah Pecinan atau Kembang Jepun yang merupakan pusat bisnis dan perdagangan di kota ini¹². Suku Tionghoa di Surabaya juga memiliki tradisi dan budaya yang khas, seperti perayaan Imlek, Cap Go Meh, Cheng Beng, dan lain-lain. Suku lainnya adalah sebutan untuk masyarakat yang berasal dari suku bangsa selain Jawa, Madura, dan Tionghoa yang tinggal di Kota Surabaya. 

Agama di Surabaya

Surabaya merupakan kota yang toleran dan harmonis dalam hal keberagaman agama. Berbagai agama dan kepercayaan dapat ditemukan di Kota Surabaya, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, dan lain-lain. Masyarakat Surabaya saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing. Hal ini terlihat dari adanya tempat ibadah yang berdekatan atau bahkan bersebelahan tanpa ada konflik atau gesekan.

Agama di Surabaya
Agama di Surabaya

Berdasarkan data BPS Kota Surabaya, pada tahun 2019 agama yang dianut oleh penduduk Kota Surabaya adalah sebagai berikut:

  • Islam: 2.542.960 jiwa (88,30 persen)
  • Kristen: 198.874 jiwa (6,90 persen)
  • Katolik: 75.988 jiwa (2,64 persen)
  • Buddha: 45.635 jiwa (1,58 persen)
  • Hindu: 10.929 jiwa (0,38 persen)
  • Konghucu: 5.898 jiwa (0,20 persen)

Islam merupakan agama mayoritas yang dianut oleh penduduk Kota Surabaya. Islam masuk ke wilayah Jawa Timur sejak abad ke-15 melalui jalur perdagangan dan penyebaran oleh para ulama dan wali. Islam di Surabaya memiliki berbagai aliran dan organisasi, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), dan lain-lain. Islam di Surabaya juga memiliki tradisi dan budaya yang khas, seperti perayaan Maulid Nabi, Sekaten, Grebeg Suro, dan lain-lain.

Kristen merupakan agama minoritas terbesar kedua yang dianut oleh penduduk Kota Surabaya. Kristen masuk ke wilayah Jawa Timur sejak abad ke-16 melalui jalur penjajahan dan penyebaran oleh para misionaris Belanda. Kristen di Surabaya memiliki berbagai denominasi dan gereja, seperti Protestan, Pentakosta, Advent, Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Masehi Injili di Jawa Timur (GMJ), dan lain-lain. Kristen di Surabaya juga memiliki tradisi dan budaya yang khas, seperti perayaan Natal, Paskah, Pentakosta, dan lain-lain.

Katolik merupakan agama minoritas terbesar ketiga yang dianut oleh penduduk Kota Surabaya. Katolik masuk ke wilayah Jawa Timur sejak abad ke-16 melalui jalur penjajahan dan penyebaran oleh para misionaris Portugis. Katolik di Surabaya memiliki berbagai paroki dan gereja, seperti Paroki Hati Kudus Yesus (HKY), Paroki Santo Yoseph Parsoburan (SYP), Paroki Santo Antonius Padua (SAP), Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus (STK), Paroki Santo Albertus Agung (SAA), dan lain-lain. Katolik di Surabaya juga memiliki tradisi dan budaya yang khas, seperti perayaan Natal, Paskah, Santo Valentinus, Santo Fransiskus Asisi, dan lain-lain.

Buddha merupakan agama minoritas terbesar keempat yang dianut oleh penduduk Kota Surabaya. Buddha masuk ke wilayah Jawa Timur sejak abad ke-8 melalui jalur perdagangan dan penyebaran oleh para biksu dari India. Buddha di Surabaya memiliki berbagai aliran dan vihara, seperti Theravada, Mahayana, Vajrayana, Vihara Dharma Bhakti (VDB), Vihara Dharma Agung (VDA), Vihara Dharma Shanti (VDS), Vihara Dharma Mitra Artha (VDMA), dan lain-lain. Buddha di Surabaya juga memiliki tradisi dan budaya yang khas, seperti perayaan Waisak, Asadha Puja, Uposatha, dan lain-lain.

Hindu merupakan agama minoritas terbesar kelima yang dianut oleh penduduk Kota Surabaya. Hindu masuk ke wilayah Jawa Timur sejak abad ke-4 melalui jalur perdagangan dan penyebaran oleh para pedagang dari India. Hindu di Surabaya memiliki berbagai aliran dan pura, seperti Siwa, Wisnu, Sakti, Pura Agung Jagat Karana (PAJK), Pura Agung Jagat Natha (PAJN), Pura Agung Jagat Raya (PAJR), Pura Agung Jagat Murti (PAJM), dan lain-lain. Hindu di Surabaya juga memiliki tradisi dan budaya yang khas, seperti perayaan Galungan, Kuningan, Nyepi, Saraswati, Pagerwesi, dan lain-lain.

Konghucu merupakan agama minoritas terbesar keenam yang dianut oleh penduduk Kota Surabaya. Konghucu masuk ke wilayah Jawa Timur sejak abad ke-15 melalui jalur perdagangan dan penyebaran oleh para pedagang dari Cina. Konghucu di Surabaya memiliki berbagai aliran dan kelenteng, seperti Ru Jia, Dao Jia, Fo Jia, Kelenteng Sanggar Agung (KSA), Kelenteng Hong San Kiong (KHSK), Kelenteng Boen Bio (KBB), Kelenteng Hok An Kiong (KHAK), dan lain-lain. Konghucu di Surabaya juga memiliki tradisi dan budaya yang khas, seperti perayaan Imlek, Cap Go Meh, Cheng Beng, Qing Ming, dan lain-lain.

Pendidikan di Surabaya

Surabaya merupakan kota yang maju dan berkembang dalam bidang pendidikan. Kota ini memiliki banyak sekolah, perguruan tinggi, lembaga pendidikan non formal, dan fasilitas pendukian lainnya yang dapat memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat. Kota ini juga memiliki banyak prestasi dan inovasi dalam bidang pendidikan yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Pendidikan di Surabaya
Pendidikan di Surabaya

Berdasarkan data BPS Kota Surabaya, pada tahun 2019 jumlah sekolah di Kota Surabaya adalah sebagai berikut:

  • Sekolah Dasar (SD): 1.023 sekolah
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP): 339 sekolah
  • Sekolah Menengah Atas (SMA): 186 sekolah
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK): 163 sekolah
  • Madrasah Ibtidaiyah (MI): 72 sekolah
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs): 40 sekolah
  • Madrasah Aliyah (MA): 30 sekolah
  • Sekolah Luar Biasa (SLB): 14 sekolah

Beberapa sekolah unggulan di Kota Surabaya antara lain adalah:

  • SD Negeri Kenjeran 1: Sekolah dasar negeri yang berlokasi di Kecamatan Bulak yang memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik. Sekolah ini juga memiliki program unggulan seperti kelas akselerasi, kelas bilingual, kelas inklusi, kelas berkebutuhan khusus, kelas mandiri, kelas berbakat.
  • SMP Negeri 1 Surabaya: Sekolah menengah pertama negeri yang berlokasi di Kecamatan Genteng yang memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik. Sekolah ini juga memiliki program unggulan seperti kelas akselerasi, kelas internasional, kelas reguler.
  • SMA Negeri 5 Surabaya: Sekolah menengah atas negeri yang berlokasi di Kecamatan Tegalsari yang memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik. Sekolah ini juga memiliki program unggulan seperti kelas akselerasi, kelas internasional baccalaureate (IB), kelas reguler.
  • SMK Negeri 2 Surabaya: Sekolah menengah kejuruan negeri yang berlokasi di Kecamatan Simokerto yang memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik. Sekolah ini juga memiliki program unggulan seperti jurusan teknik komputer dan jaringan (TKJ), jurusan multimedia, jurusan rekayasa perangkat lunak (RPL), jurusan teknik otomasi industri (TOI).
  • MI Negeri 1 Surabaya: Madrasah ibtidaiyah negeri yang berlokasi di Kecamatan Tambaksari yang memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik. Madrasah ini juga memiliki program unggulan seperti kelas akselerasi, kelas bilingual, kelas inklusi, kelas berkebutuhan khusus, kelas mandiri, kelas berbakat.
  • MTs Negeri 1 Surabaya: Madrasah tsanawiyah negeri yang berlokasi di Kecamatan Tambaksari yang memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik. Madrasah ini juga memiliki program unggulan seperti kelas akselerasi, kelas internasional, kelas reguler.
  • MA Negeri 1 Surabaya: Madrasah aliyah negeri yang berlokasi di Kecamatan Tambaksari yang memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik. Madrasah ini juga memiliki program unggulan seperti kelas akselerasi, kelas internasional baccalaureate (IB), kelas reguler.
  • SLB Negeri A Surabaya: Sekolah luar biasa negeri yang berlokasi di Kecamatan Gubeng yang memberikan pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sekolah ini memiliki program unggulan seperti kelas inklusi, kelas integrasi, kelas mandiri.

Berdasarkan data BPS Kota Surabaya, pada tahun 2019 jumlah perguruan tinggi di Kota Surabaya adalah sebagai berikut:

  • Perguruan Tinggi Negeri (PTN): 11 perguruan tinggi
  • Perguruan Tinggi Swasta (PTS): 119 perguruan tinggi

Beberapa perguruan tinggi unggulan di Kota Surabaya antara lain adalah:

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Kecamatan Sukolilo yang memiliki visi menjadi perguruan tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi terkemuka di Indonesia dan bermartabat di dunia. ITS memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik. ITS juga memiliki program unggulan seperti program sarjana, program magister, program doktor, program vokasi, program diploma.
  • Universitas Airlangga (UNAIR): Perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Kecamatan Gubeng dan Mulyorejo yang memiliki visi menjadi perguruan tinggi inovatif, mandiri, dan unggul dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan budaya. UNAIR memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik. UNAIR juga memiliki program unggulan seperti program sarjana, program magister, program doktor, program profesi, program spesialis.
  • Universitas Negeri Surabaya (UNESA): Perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Kecamatan Ketintang dan Lidah Wetan yang memiliki visi menjadi perguruan tinggi pendidikan terkemuka di Indonesia dan bermartabat di dunia. UNESA memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik. UNESA juga memiliki program unggulan seperti program sarjana, program magister, program doktor, program vokasi.
  • Universitas Ciputra (UC): Perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Kecamatan Sambikerep yang memiliki visi menjadi perguruan tinggi wirausaha terbaik di Asia Tenggara. UC memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik. UC juga memiliki program unggulan seperti program sarjana, program magister.
  • Universitas Kristen Petra (UKP): Perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Kecamatan Siwalankerto yang memiliki visi menjadi perguruan tinggi Kristen berkualitas internasional dengan komitmen pada pelayanan masyarakat. UKP memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik. UKP juga memiliki program unggulan seperti program sarjana, program magister.

Berdasarkan data BPS Kota Surabaya, pada tahun 2019 tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) penduduk Kota Surabaya berdasarkan tingkat pendidikan adalah sebagai berikut:

  • Tidak/Belum Tamat SD: 17,77 persen
  • Tamat SD: 19,97 persen
  • Tamat SMP: 23,28 persen
  • Tamat SMA: 30,64 persen
  • Tamat Diploma/Sarjana: 8,34 persen

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Kota Surabaya yang bekerja memiliki tingkat pendidikan tamat SMA. Hal ini dapat menjadi indikator bahwa pendidikan SMA merupakan tingkat pendidikan yang cukup penting bagi masyarakat Surabaya untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, data tersebut juga menunjukkan bahwa masih ada sebagian penduduk Kota Surabaya yang tidak atau belum tamat SD yang bekerja. Hal ini dapat menjadi indikator bahwa masih ada masalah dalam akses dan kualitas pendidikan dasar di Kota Surabaya.

Kesehatan di Surabaya

Surabaya merupakan kota yang peduli dan berkomitmen dalam bidang kesehatan. Kota ini memiliki banyak rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, dan fasilitas kesehatan lainnya yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. Kota ini juga memiliki banyak program dan kegiatan dalam bidang kesehatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Kesehatan di Surabaya
Kesehatan di Surabaya

Berdasarkan data BPS Kota Surabaya, pada tahun 2019 jumlah fasilitas kesehatan di Kota Surabaya adalah sebagai berikut:

  • Rumah Sakit Umum (RSU): 36 rumah sakit
  • Rumah Sakit Khusus (RSK): 10 rumah sakit
  • Puskesmas: 31 puskesmas
  • Puskesmas Pembantu (Pustu): 83 pustu
  • Klinik Pratama: 1.061 klinik
  • Klinik Utama: 54 klinik
  • Apotek: 1.038 apotek

Beberapa fasilitas kesehatan unggulan di Kota Surabaya antara lain adalah:

  • RSU Dr. Soetomo: Rumah sakit umum negeri yang berlokasi di Kecamatan Asemrowo yang memiliki visi menjadi rumah sakit rujukan nasional dan internasional dengan pelayanan prima dan bermutu. RSU Dr. Soetomo memiliki prestasi dan inovasi dalam bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. RSU Dr. Soetomo juga memiliki fasilitas dan layanan unggulan seperti pusat jantung terpadu, pusat bedah saraf, pusat bedah toraks, pusat bedah anak, pusat bedah plastik, pusat bedah ortopedi, pusat bedah vaskular, pusat bedah urologi, pusat bedah onkologi, pusat bedah mata, pusat bedah mulut dan gigi, pusat bedah telinga hidung tenggorokan (THT), pusat bedah syaraf perifer, pusat bedah endokrinologi, pusat bedah hepatobiliari dan transplantasi organ.
  • RSK Bedah Surabaya (RBS): Rumah sakit khusus swasta yang berlokasi di Kecamatan Gubeng yang memiliki visi menjadi rumah sakit rujukan nasional dan internasional dalam bidang bedah dengan pelayanan prima dan bermutu. RSK Bedah Surabaya memiliki prestasi dan inovasi dalam bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. RSK Bedah Surabaya juga memiliki fasilitas dan layanan unggulan seperti pusat trauma center, pusat minimal invasive surgery (MIS), pusat robotic surgery, pusat bariatric surgery, pusat spine surgery, pusat vascular surgery.
  • Puskesmas Kenjeran: Puskesmas yang berlokasi di Kecamatan Bulak yang memiliki visi menjadi puskesmas terbaik di Indonesia dengan pelayanan prima dan bermutu. Puskesmas Kenjeran memiliki prestasi dan inovasi dalam bidang pelayanan kesehatan primer, promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Puskesmas Kenjeran juga memiliki fasilitas dan layanan unggulan seperti laboratorium, radiologi, farmasi, gigi, kesehatan ibu dan anak, kesehatan remaja, kesehatan lansia, kesehatan jiwa, kesehatan mata, kesehatan kulit dan kelamin, kesehatan gizi, kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat.
  • Klinik Utama Mitra Sehat: Klinik utama swasta yang berlokasi di Kecamatan Wonocolo yang memiliki visi menjadi klinik terbaik di Indonesia dengan pelayanan prima dan bermutu. Klinik Utama Mitra Sehat memiliki prestasi dan inovasi dalam bidang pelayanan kesehatan primer, promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Klinik Utama Mitra Sehat juga memiliki fasilitas dan layanan unggulan seperti laboratorium, radiologi, farmasi, gigi, kesehatan ibu dan anak, kesehatan remaja, kesehatan lansia, kesehatan jiwa, kesehatan mata, kesehatan kulit dan kelamin, kesehatan gizi, kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data BPS Kota Surabaya, pada tahun 2019 angka harapan hidup (AHH) penduduk Kota Surabaya adalah 74 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa rata-rata penduduk Kota Surabaya dapat hidup hingga usia 74 tahun. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 71 tahun. Hal ini dapat menjadi indikator bahwa Kota Surabaya memiliki kondisi kesehatan yang baik.

Kesimpulan

Demografi adalah ilmu yang mempelajari tentang keadaan dan perubahan penduduk suatu wilayah. Demografi meliputi aspek-aspek seperti jumlah penduduk, suku bangsa, agama, pendidikan, dan kesehatan. Demografi Kota Surabaya memiliki berbagai karakteristik yang menarik untuk diketahui. Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat disimpulkan dari artikel ini:

  • Jumlah penduduk Surabaya terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 jumlah penduduk Surabaya mencapai 2.894.518 jiwa dengan kepadatan 8.650 jiwa per km2.
  • Laju pertumbuhan penduduk Surabaya cenderung rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional maupun provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2021 laju pertumbuhan penduduk Surabaya adalah 0,25 persen.
  • Saldo migrasi penduduk Surabaya selalu positif dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 saldo migrasi penduduk Surabaya adalah 8.278 orang.
  • Suku bangsa yang mendiami Kota Surabaya adalah beragam. Pada tahun 2019 suku bangsa terbesar di Kota Surabaya adalah suku Jawa (82,93 persen), diikuti oleh suku Madura (7,49 persen), suku Tionghoa (7,25 persen), dan suku lainnya (2,35 persen).
  • Agama yang dianut oleh penduduk Kota Surabaya adalah beragam. Pada tahun 2019 agama terbesar di Kota Surabaya adalah Islam (88,30 persen), diikuti oleh Kristen (6,90 persen), Katolik (2,64 persen), Buddha (1,58 persen), Hindu (0,38 persen), dan Konghucu (0,20 persen).
  • Jumlah sekolah di Kota Surabaya pada tahun 2019 adalah sebanyak 1.867 sekolah yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan dari SD hingga SLB.
  • Jumlah perguruan tinggi di Kota Surabaya pada tahun 2019 adalah sebanyak 130 perguruan tinggi yang terdiri dari perguruan tinggi negeri dan swasta.
  • Tingkat partisipasi angkatan kerja penduduk Kota Surabaya berdasarkan tingkat pendidikan pada tahun 2019 menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Kota Surabaya yang bekerja memiliki tingkat pendidikan tamat SMA (30,64 persen).
  • Jumlah fasilitas kesehatan di Kota Surabaya pada tahun 2019 adalah sebanyak 2.301 fasilitas kesehatan yang terdiri dari rumah sakit, puskesmas, klinik, dan apotek.
  • Angka harapan hidup penduduk Kota Surabaya pada tahun 2019 adalah 74 tahun. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 71 tahun.

Demikianlah artikel yang saya buat dengan topik: Demografi (Jumlah penduduk Surabaya, Suku bangsa di Surabaya, Agama di Surabaya, Pendidikan di Surabaya, Kesehatan di Surabaya). Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan sahabat cuklah tentang Kota Surabaya.

Sumber Referensi

Pemerintah Kota Surabaya. https://surabaya.go.id/id/page/0/8228/demografi

Kota Surabaya - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Surabaya

Banyaknya Pemeluk Agama Menurut Jenisnya 2019 (Jiwa) - BPS. https://surabayakota.bps.go.id/dynamictable/2020/05/22/137/banyaknya-pemeluk-agama-menurut-jenisnya-2019-jiwa-.html

Dinas Pendidikan - Dinas Pendidikan Kota Surabaya. https://dispendik.surabaya.go.id/

BPS Provinsi Jawa Timur. https://jatim.bps.go.id/subject/28/pendidikan.html

Profil Dinas Kesehatan Kota Surabaya. https://dinkes.surabaya.go.id/portalv2/profil/profil-dinas-kesehatan-kota-surabaya/

Posting Komentar untuk "Demografi Kota Surabaya"