Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

EasyJet Melampaui Ekspektasi dengan Laba Rekor dan Pesanan Pesawat Baru

Cuklah.com - Maskapai penerbangan berbiaya rendah EasyJet melaporkan laba sebelum pajak yang lebih tinggi dari perkiraan untuk tahun fiskal 2023, berkat peningkatan permintaan dan efisiensi operasional. Perusahaan juga mengumumkan pesanan pesawat baru senilai 12 miliar dolar AS dan kebijakan pengembalian modal baru untuk pemegang saham.

Laba Rekor dan Pertumbuhan Penumpang

EasyJet mengatakan laba sebelum pajak untuk tahun yang berakhir pada 30 September 2023 mencapai antara 440 juta poundsterling dan 460 juta poundsterling, melebihi perkiraan pasar sebesar 420 juta poundsterling. Laba ini meningkat 64% dari tahun sebelumnya, ketika perusahaan mencatat kerugian sebesar 1,3 miliar poundsterling akibat dampak pandemi COVID-19.

Perusahaan juga mencatat pertumbuhan penumpang sebesar 8% menjadi 96,1 juta orang, dengan tingkat keterisian kursi sebesar 93,3%. Pendapatan per penumpang naik 9% menjadi 66,02 poundsterling, didorong oleh peningkatan harga tiket dan pendapatan tambahan.

EasyJet mengatakan permintaan untuk jaringan bandara utamanya tetap kuat, terutama di Inggris, Prancis, dan Italia. Perusahaan juga mengambil keuntungan dari penurunan pesaingnya, seperti Air Berlin dan Monarch, yang bangkrut tahun lalu.

Pesanan Pesawat Baru dan Kebijakan Pengembalian Modal

EasyJet juga mengumumkan pesanan pesawat baru sebanyak 157 unit dari Airbus, termasuk 35 pesawat A320neo dan 122 pesawat A321neo, untuk pengiriman antara tahun 2029 dan 2034. Pesanan ini menambah pesanan sebelumnya sebanyak 158 pesawat, sehingga total pesanan EasyJet menjadi 315 pesawat.

Perusahaan mengatakan pesanan ini akan meningkatkan kapasitasnya sebesar 5% per tahun hingga tahun 2028, dan mengurangi biaya per kursi sebesar 10%. Pesawat-pesawat baru ini juga lebih ramah lingkungan, dengan emisi karbon yang lebih rendah sebesar 15% dan kebisingan yang lebih rendah sebesar 50%.

Pesanan ini masih memerlukan persetujuan dari pemegang saham, yang akan diadakan pada bulan Desember mendatang. EasyJet mengatakan pesanan ini akan didanai dengan kombinasi dari arus kas operasional, penjualan dan sewa kembali pesawat, dan pinjaman.

Selain itu, EasyJet juga mengumumkan kebijakan pengembalian modal baru untuk pemegang saham, yang akan dimulai dengan hasil tahun fiskal 2023. Perusahaan akan membayar dividen sebesar 10% dari laba setelah pajak, dan diharapkan akan meningkat menjadi 20% pada tahun fiskal 2024. Perusahaan juga akan menilai kemungkinan untuk meningkatkan tingkat pengembalian modal di masa depan.

Tanggapan Pasar dan Analis

Saham EasyJet melonjak 6,6% menjadi 1.467 pence pada penutupan perdagangan di London, mencapai level tertinggi sejak Juni 2023. Saham ini telah naik 47% sejak awal tahun, mengungguli indeks FTSE 100 yang hanya naik 7%.

Analis pasar menyambut baik hasil dan rencana EasyJet, dan menaikkan target harga sahamnya. Bank investasi JPMorgan mengatakan EasyJet adalah "salah satu pemenang jangka panjang" di sektor penerbangan Eropa, dan menaikkan target harganya menjadi 1.550 pence dari sebelumnya 1.450 pence. Bank investasi UBS juga menaikkan target harganya menjadi 1.720 pence dari sebelumnya 1.600 pence, dan mengatakan EasyJet memiliki "prospek pertumbuhan yang menarik".

Posting Komentar untuk "EasyJet Melampaui Ekspektasi dengan Laba Rekor dan Pesanan Pesawat Baru"