Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Metro Bank dalam Krisis, Apakah Barclays akan Menyelamatkannya?

Cuklah.com - Metro Bank, salah satu bank ritel terbesar di Inggris, mengalami kesulitan keuangan yang serius. Bank ini mengumumkan kerugian sebesar 271 juta poundsterling pada tahun 2023, turun dari laba 40 juta poundsterling pada tahun sebelumnya. Bank ini juga mengalami penurunan jumlah nasabah, modal, dan peringkat kredit. Apa yang menyebabkan krisis ini dan apakah ada harapan bagi Metro Bank?

Awal Mula Masalah

Metro Bank didirikan pada tahun 2010 sebagai bank ritel baru yang menawarkan layanan perbankan yang mudah, cepat, dan ramah. Bank ini menarik banyak nasabah dengan membuka cabang-cabang yang buka tujuh hari seminggu, memberikan kartu debit dan kredit secara instan, dan menyediakan mesin deposit uang tunai dan cek. Bank ini juga mengklaim sebagai bank yang berfokus pada kepuasan nasabah, bukan pada penjualan produk.

Namun, pada Januari 2023, Metro Bank mengungkapkan bahwa mereka telah salah mengklasifikasikan sebagian besar aset mereka, yang berarti mereka memiliki modal yang lebih rendah dari yang seharusnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan bank untuk menahan kerugian jika terjadi krisis keuangan. Skandal ini juga memicu penyelidikan oleh regulator keuangan, seperti Financial Conduct Authority (FCA) dan Prudential Regulation Authority (PRA).

Dampak Buruk

Sejak pengungkapan tersebut, Metro Bank mengalami dampak buruk yang signifikan. Saham bank ini anjlok lebih dari 90% sejak awal tahun 2023, membuat nilai pasar bank ini turun dari 3,6 miliar poundsterling menjadi hanya 300 juta poundsterling. Nasabah juga mulai menarik uang mereka dari bank ini, menyebabkan penurunan dana simpanan sebesar 2 miliar poundsterling. Selain itu, peringkat kredit bank ini diturunkan oleh beberapa lembaga pemeringkat, seperti Moody's, Fitch, dan Standard & Poor's.

Metro Bank juga mengalami kesulitan untuk meningkatkan modal mereka. Bank ini mencoba menjual obligasi senilai 250 juta poundsterling pada September 2023, tetapi tidak ada yang tertarik. Bank ini kemudian menaikkan suku bunga obligasi menjadi 9,5%, tetapi tetap tidak menarik minat investor. Akhirnya, bank ini berhasil menjual obligasi senilai 350 juta poundsterling dengan suku bunga 13,5% pada Oktober 2023, tetapi dengan harga yang sangat mahal.

Rencana Pemulihan

Untuk mengatasi krisis ini, Metro Bank telah mengambil beberapa langkah pemulihan. Bank ini telah mengganti sebagian besar manajemen senior mereka, termasuk pendiri dan ketua Vernon Hill, direktur utama Craig Donaldson, dan kepala keuangan David Arden. Bank ini juga telah menutup beberapa cabang yang tidak menguntungkan, mengurangi jumlah karyawan, dan menjual sebagian aset mereka.

Selain itu, Metro Bank juga berusaha untuk meningkatkan pendapatan mereka dengan fokus pada segmen bisnis yang lebih menguntungkan, seperti pinjaman komersial dan hipotek. Bank ini juga berencana untuk memperluas layanan digital mereka, seperti aplikasi perbankan online dan mobile, untuk menarik nasabah muda dan teknologi-savvy. Bank ini juga berharap untuk memperbaiki reputasi mereka dengan meningkatkan kualitas layanan dan transparansi mereka.

Kemungkinan Akuisisi oleh Barclays

Salah satu spekulasi yang muncul di tengah krisis Metro Bank adalah kemungkinan akuisisi oleh bank lain yang lebih besar dan lebih stabil, seperti Barclays. Barclays adalah salah satu bank terbesar dan tertua di Inggris, dengan aset lebih dari 1 triliun poundsterling. Bank ini juga memiliki jaringan cabang yang luas, layanan digital yang canggih, dan bisnis yang beragam, mulai dari perbankan ritel hingga investasi.

Beberapa analis berpendapat bahwa akuisisi Metro Bank oleh Barclays dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Bagi Metro Bank, akuisisi dapat menyelamatkan mereka dari kebangkrutan dan memberikan akses ke modal, likuiditas, dan teknologi yang lebih besar. Bagi Barclays, akuisisi dapat meningkatkan pangsa pasar mereka di sektor perbankan ritel, yang merupakan salah satu prioritas strategis mereka.

Namun, ada juga beberapa tantangan dan risiko yang dapat menghambat akuisisi tersebut. Pertama, akuisisi dapat menimbulkan masalah hukum dan regulator, karena Metro Bank masih dalam penyelidikan oleh FCA dan PRA. Kedua, akuisisi dapat menimbulkan masalah operasional dan kultural, karena Metro Bank memiliki model bisnis dan budaya yang berbeda dari Barclays. Ketiga, akuisisi dapat menimbulkan reaksi negatif dari nasabah dan karyawan Metro Bank, yang mungkin tidak setuju dengan perubahan kepemilikan dan manajemen.

Kesimpulan

Meskipun menghadapi tantangan yang besar, Metro Bank masih memiliki harapan untuk bertahan dan pulih dari krisisnya. Bank ini masih memiliki basis nasabah yang setia dan beragam, yang menghargai pelayanan dan fasilitas yang ditawarkan oleh bank ini. Bank ini juga masih memiliki keunggulan kompetitif dalam hal teknologi dan inovasi, yang membedakannya dari bank-bank tradisional lainnya.

Selain itu, bank ini juga mendapat dukungan dari para pemegang sahamnya, yang menyetujui rencana penggalangan dana sebesar 375 juta poundsterling (sekitar 7,9 triliun rupiah) pada Mei 2023. Bank ini juga mendapat pinjaman darurat sebesar 2 miliar poundsterling (sekitar 42 triliun rupiah) dari Bank of England, untuk menjamin likuiditasnya.

Namun, bank ini juga harus melakukan perbaikan dan perubahan yang signifikan untuk mengembalikan kepercayaan dan kinerja keuangannya. Bank ini harus memperbaiki sistem dan proses internalnya, untuk mencegah terulangnya kesalahan-kesalahan yang merugikan. Bank ini juga harus meninjau strategi dan model bisnisnya, untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang kompetitif dan dinamis.

Posting Komentar untuk "Metro Bank dalam Krisis, Apakah Barclays akan Menyelamatkannya?"