Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Topologi Star

Topologi Star: Apa itu, Bagaimana Cara Kerjanya, dan Apa Saja Kelebihan dan Kekurangannya?

Cuklah.com - Topologi jaringan adalah cara mengatur hubungan antara perangkat-perangkat yang terlibat dalam sebuah jaringan komputer, seperti komputer, printer, router, switch, dan lain-lain. Topologi jaringan menentukan bagaimana data dikirim dan diterima oleh perangkat-perangkat tersebut.

Ada berbagai macam topologi jaringan yang dapat digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer, seperti topologi bus, topologi ring, topologi mesh, topologi tree, dan topologi star. Setiap topologi jaringan memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan masing-masing.

Pada artikel ini, kita akan membahas salah satu topologi jaringan yang paling populer dan banyak digunakan, yaitu topologi star. Topologi star adalah topologi jaringan yang menghubungkan semua perangkat ke sebuah perangkat pusat, seperti hub atau switch. Topologi star memiliki bentuk yang menyerupai bintang, dengan perangkat pusat di tengah dan perangkat lain di sekitarnya.

Apa itu Topologi Star?

Topologi star adalah topologi jaringan yang menghubungkan semua perangkat ke sebuah perangkat pusat, seperti hub atau switch. Perangkat pusat berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data di jaringan dan memfasilitasi komunikasi antara perangkat-perangkat yang terhubung ke dalamnya.

Dalam topologi star, setiap perangkat memiliki koneksi kabel yang langsung terhubung ke perangkat pusat. Hal ini berarti bahwa jika ada masalah dengan satu koneksi, hanya perangkat yang terhubung ke koneksi tersebut yang terpengaruh, sementara perangkat lain di dalam jaringan masih bisa terhubung ke perangkat pusat.

Topologi star umumnya digunakan dalam Local Area Network (LAN) berbasis Ethernet, yang perangkatnya terhubung ke switch jaringan atau router yang bertindak sebagai hub pusat. Contoh penerapan lain topologi star adalah jaringan rumah modern, di mana perangkat seperti komputer, smartphone, dan konsol game terhubung ke router Wi-Fi yang berfungsi sebagai perangkat pusat.

Berikut adalah gambar ilustrasi dari topologi star:

Gambar Topologi Star
Gambar Topologi Star

Bagaimana Cara Kerja Topologi Star?

Cara kerja topologi star dapat dibedakan menjadi tiga kategori berdasarkan jenis perangkat pusat yang digunakan, yaitu:

Topologi Star Pasif

Dalam topologi star pasif, perangkat pusatnya adalah hub pasif, yang artinya hub tidak berpartisipasi aktif dalam proses transmisi data dan hanya berfungsi sebagai titik koneksi. Saat perangkat yang terhubung ke hub pasif mengirimkan data, hub tersebut menerimanya dan kemudian menyiarkannya ke semua perangkat lain yang terhubung. Kemudian, perangkat penerima yang dituju mengenali data tersebut sebagai miliknya dan memprosesnya, sedangkan perangkat lain mengabaikan data tersebut.

Kelemahan dari topologi star pasif adalah bahwa data akan mengalami penurunan kualitas saat disiarkan oleh hub pasif. Selain itu, jika ada banyak data yang dikirim secara bersamaan oleh banyak perangkat, maka akan terjadi tabrakan data (collision) yang menyebabkan gangguan pada jaringan.

Topologi Star Aktif

Dalam topologi star aktif, perangkat pusatnya merupakan hub aktif atau repeater multiport. Tidak seperti hub pasif, hub aktif berpartisipasi aktif dalam proses transmisi data. Saat perangkat yang terhubung ke hub aktif mengirim data, hub tersebut menerimanya dan memeriksa alamat tujuan. Kemudian, paket data secara khusus dikirimkan ke perangkat penerima yang dituju.

Proses ini memastikan bahwa hanya perangkat target yang menerima data sehingga mengurangi kemacetan jaringan dan meningkatkan efisiensi. Selain itu, hub aktif juga dapat meregenerasi sinyal data sehingga kualitas data tetap terjaga.

Topologi Star dengan Switch

Switch dapat digunakan sebagai perangkat pusat dalam topologi star dan membuat jaringan yang disebut sebagai Switched Star Network Topology. Switch berfungsi sebagai perangkat inti yang cerdas karena dapat melakukan berbagai fungsi saat mengirimkan pesan data ke penerima yang dituju. Fungsi tambahan ini meliputi routing, pemrosesan atau regenerasi sinyal, dan manajemen jaringan.

Mirip dengan topologi berbasis hub, switch menerima pesan data dari pengirim, tetapi alih-alih menyiarkannya, switch membaca alamat tujuan dan meneruskan pesan secara khusus ke penerima yang dituju, yang dikenal sebagai transmisi unicast. Dengan kemampuannya untuk mengidentifikasi tujuan, data routing, dan meregenerasi sinyal, switch merupakan pilihan yang optimal untuk membangun jaringan topologi star.

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star?

Topologi star memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu diketahui sebelum memilihnya sebagai konfigurasi jaringan. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan topologi star:

Kelebihan Topologi Star

  • Mudah dikonfigurasi dan dikelola karena setiap perangkat hanya terhubung ke satu perangkat pusat.
  • Mudah dikembangkan dan diperluas karena penambahan atau pengurangan perangkat tidak mempengaruhi jaringan secara keseluruhan.
  • Mudah mengidentifikasi dan mengisolasi masalah jaringan karena setiap perangkat memiliki koneksi kabel sendiri.
  • Memiliki kinerja tinggi karena tidak ada tabrakan data yang dapat terjadi.
  • Memiliki keandalan tinggi karena jika salah satu perangkat mengalami kerusakan, hanya perangkat tersebut yang terganggu, sementara yang lain tetap berfungsi normal.
  • Memiliki keamanan tinggi karena perangkat pusat dapat membatasi akses ke jaringan dengan mudah.

Kekurangan Topologi Star

  • Membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi lain, sehingga meningkatkan biaya instalasi dan pemeliharaan.
  • Membutuhkan penanganan khusus pada kabel karena jika kabel putus atau rusak, maka akan memutus komunikasi antara perangkat dengan perangkat pusat.
  • Memiliki titik kegagalan yang tinggi pada perangkat pusat karena jika perangkat pusat mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terganggu.
  • Membutuhkan spesifikasi perangkat pusat yang tinggi karena harus menangani lalu lintas data dari banyak perangkat.

Kesimpulan

Topologi star adalah topologi jaringan yang menghubungkan semua perangkat ke sebuah perangkat pusat, seperti hub atau switch. Topologi star memiliki bentuk yang menyerupai bintang, dengan perangkat pusat di tengah dan perangkat lain di sekitarnya.

Topologi star memiliki beberapa kelebihan, seperti mudah dikonfigurasi, dikembangkan, dikelola, diidentifikasi masalahnya, memiliki kinerja, keandalan, dan keamanan tinggi. Namun, topologi star juga memiliki beberapa kekurangan, seperti membutuhkan banyak kabel, penanganan khusus pada kabel, titik kegagalan tinggi pada perangkat pusat, dan spesifikasi perangkat pusat yang tinggi.

Topologi star umumnya digunakan dalam LAN berbasis Ethernet atau jaringan rumah modern. Topologi star dapat dibedakan menjadi tiga kategori berdasarkan jenis perangkat pusat yang digunakan, yaitu topologi star pasif, topologi star aktif, dan topologi star dengan switch.

Demikian artikel yang saya buat tentang topologi star. Semoga artikel ini dapat membantu Anda memahami apa itu topologi star, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja kelebihan dan kekurangannya. Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran tentang topologi star, silakan tulis di kolom komentar.

Posting Komentar untuk "Pengertian Topologi Star"