Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rusia Setujui Anggaran Militer Rekor untuk 2023

Cuklah.com - Rusia telah menyetujui anggaran nasional untuk tiga tahun ke depan, dengan meningkatkan pengeluaran untuk sektor pertahanan sebesar 25 persen. Hal ini menunjukkan komitmen Moskow untuk memperkuat kemampuan militer di tengah ketegangan dengan Barat dan konflik di Ukraina.

Anggaran Pertahanan Mencapai Rp 1.515 Triliun

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menandatangani anggaran nasional untuk tahun 2023, 2024, dan 2025 pada Senin (27/11/2023). Anggaran tersebut menetapkan target pengeluaran pertahanan sebesar 9,7 triliun rubel (sekitar Rp 1.515 triliun) untuk tahun 2023, atau sepertiga dari total pengeluaran publik sebesar 29,05 triliun rubel (sekitar Rp 4.540 triliun) .

Angka tersebut jauh lebih tinggi dari target awal yang diumumkan pada Agustus, yaitu 4,98 triliun rubel (sekitar Rp 778 triliun) untuk pertahanan pada tahun 2023 . Peningkatan anggaran pertahanan ini diduga dipicu oleh biaya perang di Ukraina, yang telah meningkat sejak Rusia menginvasi wilayah timur negara itu pada tahun 2022.

Data yang diperoleh oleh Reuters menunjukkan bahwa pada paruh pertama tahun 2023 saja, Rusia telah menghabiskan 5,59 triliun rubel (sekitar Rp 873 triliun) untuk pertahanan, atau 37,3 persen dari total pengeluaran anggaran pada periode tersebut . Angka ini juga menunjukkan bahwa Rusia telah menghabiskan 19,2 persen dari anggaran pertahanan tahunannya yang baru dalam enam bulan pertama .

Pengeluaran Militer Dorong Defisit Anggaran

Pengeluaran militer yang tinggi ini telah memberikan tekanan pada keuangan negara, yang juga terpukul oleh sanksi Barat dan penurunan pendapatan ekspor energi. Rusia mengalami defisit anggaran sebesar 28 miliar dolar AS (sekitar Rp 437 triliun) pada paruh pertama tahun 2023 .

Defisit ini diperkirakan akan meningkat pada tahun depan, karena Rusia harus menghadapi tantangan ekonomi yang lebih besar, seperti inflasi, kenaikan suku bunga, dan perlambatan pertumbuhan. Selain itu, Rusia juga harus mempersiapkan diri untuk pemilihan presiden pada tahun 2024, yang kemungkinan akan membutuhkan belanja sosial yang lebih tinggi.

Peningkatan Kemampuan Militer sebagai Prioritas

Meskipun menghadapi kesulitan keuangan, Rusia tetap menjadikan peningkatan kemampuan militer sebagai prioritas utama. Hal ini terlihat dari rencana pengembangan senjata baru, seperti rudal hipersonik, pesawat siluman, dan kapal selam nuklir . Rusia juga terus melakukan latihan militer berskala besar, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk menunjukkan kekuatannya kepada dunia.

Rusia mengklaim bahwa peningkatan anggaran pertahanan ini bertujuan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasional, serta untuk menangkal ancaman dari NATO, yang dianggap sebagai musuh utama. Rusia juga menuduh NATO melakukan eskalasi ketegangan dengan memperkuat kehadiran dan aktivitasnya di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan perbatasan Rusia, seperti Baltik, Laut Hitam, dan Laut Mediterania .

Komentar dari Pakar dan Pihak Terkait

Berikut adalah beberapa komentar dari pakar dan pihak terkait mengenai anggaran militer Rusia untuk tahun 2023:

NamaAfiliasiKomentar
Andrey KortunovDirektur Jenderal Russian International Affairs Council"Anggaran pertahanan Rusia mencerminkan kenyataan bahwa Rusia berada dalam situasi konfrontasi dengan Barat, dan bahwa situasi ini tidak akan berubah dalam waktu dekat. Rusia harus siap untuk skenario terburuk, termasuk kemungkinan perang besar-besaran."
Mark GaleottiPakar keamanan Rusia dan penulis buku The Modern Russian Army 1992–2016"Anggaran militer Rusia menunjukkan bahwa Rusia tidak berniat untuk mengurangi ambisi dan aktivitasnya di panggung dunia, meskipun harus mengorbankan kesejahteraan rakyatnya. Rusia ingin menjadi pemain global yang dihormati dan ditakuti, dan untuk itu ia membutuhkan militer yang kuat dan canggih."
Jens StoltenbergSekretaris Jenderal NATO"NATO mengikuti dengan cermat perkembangan anggaran militer Rusia, dan kami sangat prihatin dengan peningkatan pengeluaran dan kapabilitas militer Rusia. NATO tetap berkomitmen untuk menjaga dialog dan transparansi dengan Rusia, tetapi kami juga akan terus meningkatkan pertahanan dan pencegahan kami, serta mendukung sekutu dan mitra kami yang terkena dampak dari agresi Rusia."
Volodymyr ZelenskyPresiden Ukraina"Anggaran militer Rusia adalah bukti bahwa Rusia tidak berhenti menyerang Ukraina, dan bahwa mereka berencana untuk melanjutkan perang hibrida mereka. Ukraina meminta dukungan internasional untuk menghadapi ancaman Rusia, dan kami mengharapkan bantuan militer dan politik dari negara-negara demokratis, terutama dari Amerika Serikat dan Uni Eropa."

Posting Komentar untuk "Rusia Setujui Anggaran Militer Rekor untuk 2023"