Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tiktok Shop Ditutup: Apa yang Harus Dilakukan UMKM?

Cuklah.com - Tiktok Shop adalah salah satu platform social commerce yang menggabungkan media sosial dengan e-commerce. Dengan Tiktok Shop, pengguna bisa berbelanja produk dari penjual lokal yang berkolaborasi dengan kreator konten Tiktok. Tiktok Shop menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi, serta memberikan kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan dan popularitas mereka.

Tiktok shop ditutup
Tiktok Shop Ditutup: Apa yang Harus Dilakukan UMKM?

Namun, pada tanggal 25 September 2023, pemerintah Indonesia resmi melarang operasional Tiktok Shop. Keputusan ini diambil setelah adanya rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Alasan pemerintah melarang Tiktok Shop adalah karena platform ini dinilai melanggar aturan perdagangan elektronik, menimbulkan persaingan tidak sehat, dan berpotensi menyalahgunakan data pribadi pengguna.

Keputusan ini tentu saja menimbulkan dampak besar bagi ekosistem digital dan UMKM di Indonesia. Menurut Juru Bicara Tiktok Indonesia, ada sekitar 6 juta penjual lokal dan 7 juta kreator afiliasi yang menggunakan Tiktok Shop. Mereka harus mencari alternatif lain untuk menjalankan usaha mereka di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Lalu, apa yang harus dilakukan UMKM yang terdampak oleh penutupan Tiktok Shop? Bagaimana cara mereka tetap bisa bertahan dan berkembang di era digital? Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda coba:

1. Manfaatkan Media Sosial Lain untuk Promosi

Meskipun Tiktok Shop ditutup, Anda masih bisa memanfaatkan media sosial lain untuk mempromosikan produk Anda. Anda bisa menggunakan Instagram, Facebook, YouTube, Twitter, atau platform lain yang sesuai dengan target pasar Anda. Anda bisa membuat konten menarik yang menampilkan produk Anda, seperti foto, video, testimoni, tutorial, atau giveaway. Anda juga bisa bekerja sama dengan influencer atau kreator konten lain yang memiliki audiens yang relevan dengan produk Anda.

2. Gunakan Platform E-commerce Resmi untuk Bertransaksi

Untuk bertransaksi dengan konsumen, Anda harus menggunakan platform e-commerce resmi yang sudah memiliki izin usaha dan terdaftar di Kementerian Perdagangan. Beberapa contoh platform e-commerce resmi di Indonesia adalah Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, Blibli, atau JD.ID. Dengan menggunakan platform e-commerce resmi, Anda bisa mendapatkan berbagai keuntungan, seperti:

  • Perlindungan hukum dan konsumen
  • Kemudahan pembayaran dan pengiriman
  • Fitur manajemen stok dan pesanan
  • Akses ke program bantuan dan pelatihan UMKM
  • Kesempatan untuk meningkatkan visibilitas dan reputasi toko Anda

3. Tingkatkan Kualitas Produk dan Layanan

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan UMKM di era digital adalah kualitas produk dan layanan. Anda harus memastikan bahwa produk Anda memiliki standar kualitas yang baik, sesuai dengan deskripsi dan gambar yang Anda tampilkan di media sosial atau platform e-commerce. Anda juga harus memberikan layanan yang ramah, responsif, dan profesional kepada konsumen. Jangan lupa untuk meminta feedback atau ulasan dari konsumen agar Anda bisa meningkatkan kualitas produk dan layanan Anda.

4. Lakukan Riset Pasar dan Inovasi Produk

Untuk bisa bersaing di era digital, Anda harus selalu mengikuti perkembangan pasar dan kebutuhan konsumen. Anda harus melakukan riset pasar secara rutin untuk mengetahui tren, preferensi, dan tantangan yang dihadapi oleh konsumen. Anda juga harus melakukan inovasi produk secara berkala untuk menawarkan solusi atau nilai tambah yang unik dan menarik bagi konsumen. Anda bisa melakukan riset pasar dan inovasi produk dengan cara:

  • Mengamati perilaku konsumen di media sosial atau platform e-commerce
  • Mengadakan survei atau wawancara dengan konsumen potensial atau eksisting
  • Melakukan analisis kompetitor dan benchmarking
  • Mengikuti webinar, workshop, atau kursus online yang berkaitan dengan produk Anda
  • Mencoba produk baru atau memodifikasi produk lama

5. Bangun Komunitas dan Jaringan dengan UMKM Lain

Terakhir, Anda juga harus membangun komunitas dan jaringan dengan UMKM lain yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Anda. Anda bisa bergabung dengan komunitas UMKM online atau offline yang ada di daerah Anda. Anda juga bisa berkolaborasi dengan UMKM lain untuk membuat produk bersama, melakukan cross-promotion, atau berbagi pengalaman dan tips. Dengan membangun komunitas dan jaringan dengan UMKM lain, Anda bisa mendapatkan berbagai manfaat, seperti:

  • Mendapatkan dukungan dan motivasi
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
  • Membuka peluang kerjasama dan bisnis
  • Meningkatkan brand awareness dan loyalitas konsumen

Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi dampak dari penutupan Tiktok Shop. Meskipun Tiktok Shop ditutup, Anda masih bisa memanfaatkan peluang lain untuk mengembangkan usaha Anda di era digital. Yang penting adalah Anda harus tetap optimis, kreatif, dan adaptif. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Sumber Referensi

Soal TikTok Shop, Pemerintah Resmi Larang "Social E-commerce .... https://nasional.kompas.com/read/2023/09/25/14540441/soal-tiktok-shop-pemerintah-resmi-larang-social-e-commerce-bertransaksi

TikTok Shop Resmi Dilarang untuk Jual Beli, Hanya Boleh Promosi, Bakal .... https://www.tribunnews.com/techno/2023/09/25/tiktok-shop-resmi-dilarang-untuk-jual-beli-hanya-boleh-promosi-bakal-ditutup-jika-nekad

Posting Komentar untuk "Tiktok Shop Ditutup: Apa yang Harus Dilakukan UMKM?"